Dispar: Hotel di Mataram sudah menerima reservasi untuk World Superbike

id kamar,hotel,mataram

Dispar: Hotel di Mataram sudah menerima reservasi untuk World Superbike

Ilustrasi: seorang pengendara melintas di samping salah satu hotel di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang siap menyambut World Superbike (WSBK) di Pertamina Mandalika Sirkuit, pada 19-21 November 2021. ANTARA/Nirkomala

Mataram (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, sejumlah hotel di Mataram sudah menerima reservasi atau pesanan kamar dari tamu kegiatan World Superbike (WSBK) yang akan digelar di Sirkuit Mandalika, 19-21 November 2021.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Kamis mengatakan, pemesanan kamar hotel tersebut dilakukan tamu melalui sistem daring.

"Alhamdulillah, hotel berbintang kita di Mataram rata-rata sudah full booking untuk bulan November 2021 dan hampir semua tamu kegiatan WSBK," katanya.

Baca juga: Harga tiket WSBK mulai Rp795 ribu hingga Rp19,5 juta

Dikatakan, perhelatan akbar balap motor dunia di Pertamina Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah memberikan dampak signifikan terhadap perlaku pariwisata di Kota Mataram.

Meskipun kegiatan itu berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah tetapi sebagai daerah penyangga, Kota Mataram mendapatkan dampak ekonomi signifikan dan ini menjadi peluang sekaligus angin segar bagi para pelaku pariwisata.

"Selama pandemi COVID-19, pelaku pariwisata seakan 'tidur' karena tidak ada aktivitas pariwisata sebagai dampak kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)," katanya.

Terkait dengan itu, pihaknya berharap kegiatan WSBK bisa mendongkrak okupansi hotel sekaligus perekonomian di Kota Mataram.

"Data dari sejumlah hotel menyebutkan, okupansi hotel saat ini sudah mencapai 72 persen. Angka ini patut kita syukuri karena kondisinya terus meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya," katanya.

Untuk mendukung WSBK, tambah Denny, Kota Mataram telah menyiapkan 4.077 kamar, namun yang dapat digunakan sekitar 2.777 kamar sebab 1.300 kamar digunakan oleh Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk karantina karyawan.

"Sebanyak 2.777 kamar tersebut termasuk tiga hotel yang sebelumnya menjadi rumah sakit darurat COVID-19, yakni Hotel Nutana, Fizz dan Grand Iin," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021