Pemprov NTB mengajak mahasiswa siapkan diri menjadi pengusaha

id NTB,Disnakertrans NTB,Pemprov NTB

Pemprov NTB mengajak mahasiswa siapkan diri menjadi pengusaha

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat (NTB), I Gede Putu Aryadi. (ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat, I Gede Putu Aryadi, mengajak mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menyiapkan diri jadi pengusaha bukan sekedar menjadi pekerja melainkan menjadi orang yang menciptakan lapangan kerja.

"Masih ada anggapan dari sebagian kita, termasuk mahasiswa yang berpandangan bahwa jika tidak menjadi pegawai negeri, maka dianggap belum memiliki pekerjaan. Padahal saat ini dunia sudah banyak berubah, bahkan diluar ASN dan sektor formal lainnya, lebih banyak peluang kerja dan peluang usaha yang bisa diambil," ujarnya pada acara Bimbingan Teknis Memasuki Dunia Kerja Unit Pengembangan Kewirausahaan dan Karir UIN Mataram, Rabu.

Ia menegaskan, kesempatan kerja tidak hanya di NTB saja. Karena itu, Gede mengajak mahasiswa sejak dini harus menanamkan optimisme menjadi orang hebat dan pengusaha sukses.

"Jangan melihat sesuatu dalam lingkup kecil, karena dunia tidak selebar daun kelor. Bahkan PMI kita aja tersebar di 200 negara di dunia," ucapnya.

"Kita harus keluar dari pandangan kerdil, yang hanya melihat apa yang ada dilingkungan sekitar tempat tinggal saja. Tapi lihatlah keluar, dunia yang luas ini, dengan sejak dini membangun mindset untuk menjadi bos. Bukan sekedar menjadi pekerja saja, tapi jadi orang yang menciptakan lapangan kerja itu," ajak Aryadi.

Itulah alasannya mengapa Menteri Pendidikan dan kebudayaan membuat kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tujuannya untuk membuka ruang bagi mahasiswa menyiapkan diri memasuki dunia kerja dengan membekali diri kompetensi dan inovasi sesuai dengan bakat atau minat masing masing.

Program MKBM adalah program di mana mahasiswa memiliki kewajiban belajar hanya 6 semester. Selanjutnya 3 semester lagi mahasiswa boleh memilih program studi yang diinginkan di kampus lain, bisa juga mengambil program magang, atau bahkan bisa membuat wirausaha.

"Program MBKM diharapkan dapat membuka mata mahasiswa agar tidak terpaku setelah lulus untuk mencari pekerjaan, tetapi harus membuka lapangan pekerjaan dengan berwirausaha," kata Mantan Irbansus pada Inspektorat NTB itu.

Mantan Kepala Dinas Kominfotik NTB menyampaikan pemerintah telah meluncurkan sejumlah program kolaboratif antara lembaga pelatihan, dunia industri dan Lembaga Pendidikan Vokasi untuk menyiapkan calon tegaga kerja kompeten dan calon wirausaha mandiri.

Di antarannya program pelatihan pola magang, di mana pemerintah melakukan fasilitasi, dan dunia industri dilibatkan mulai dari perencanaan, rekrutmen peserta dan menunjuk lembaga pelatihan yang sesuai dengan skill yang dibutuhkan, kemudian dimagangkan di industri yang bersangkutan. Pada akhirnya setelah selesai magang, peserta tersebut langsung diserap menjadi pekerja pada perusahaan tempat magangnya.

Selain itu, ada juga program WLKP online untuk mengetahui secara lebih konkrit dan riil mengenai kondisi Ketenagakerjaan pada perusahaan, sehingga pemerintah dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi pengangguran dan proteksi terhadap pekerja.

"Tak hanya itu, sistem WLKP online dapat memberikan data dan informasi yang diberikan oleh perusahaan, jadi pemerintah dan lembaga pendidikan/pelatihan vokasi bisa menyiapkan skill yang di butuhkan oleh perusahaan dengan bekerja sama dengan stakeholders terkait," jelasnya.

Gede juga mengatakan untuk memenuhi kompetensi lulusan perguruan tinggi dapat mengikuti pelatihan di lembaga pelatihan baik yang dimiliki oleh pemerintah seperti di BLK, LLK, BLK Komunitas maupun LPKS yang banyak tersebar di kabupaten/kota se-NTB.

"Disnakertrans NTB tidak akan memberikan ijin pelatihan jika lembaga pelatihan tidak berbasis penempatan dan tidak membimbing siswanya untuk menjadi wirausaha baru. Kami tidak ingin siswa pelatihan menjadi tambahan pengangguran baru," katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021