AMERIKA- EROPA AKHIRI PERJALANAN DIPLOMATIK KE LOMBOK

id

     Mataram, 28/10 (ANTARA) - Para diplomat dari negara-negara di kawasan Amerika dan Eropa mengakhiri perjalanan diplomatik bidang ekonomi ke Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, setelah tiga hari beraktivitas di ruang pertemuan dan peninjauan lapangan.

     "Kunjungan diplomatik itu sudah berakhir, pagi tadi sebagian sudah bertolak ke Jakarta, dan beberapa nanti malam," kata Juru Bicara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Moh Faozal, di Mataram, Jumat.

     Sebanyak 13 orang diplomat atau pejabat keduataan dari 10 negara di kawasan Amerika dan Eropa melakukan perjalanan diplomatik bidang ekonomi atau "Economic Diplomatic Filed Trip" Amerika dan Eropa selama tiga hari terhitung 25 hingga 28 Oktober 2011.

     Ke-13 pejabat perwakilan negara-negara Amerika dan Eropa itu yakni Duta Besar Polandia Wisniewski Grzegorz yang didampingi Kepala Bidang Perdagangan dan Investasi Morawski Roman, Duta Besar Ekuador Eduardo Calderon, dua pejabat konsuler Amerika Serikat masing-masing Tania Romanoff dan Nathan Dettman.

     Cekoslovakia diwakili oleh Petr Dolezai selaku Deputy Chief Mission (DCM) atau Kuasa Usaha Kedubes Cekoslovakia di Indonesia, Italia diwakili oleh Laura Lamia selaku Sekretaris I Kedubes Italia di Indonesia, dan Meksiko diwakili oleh Jessy Denisse Valle selaku Atase Sipil Kedubes Italia di Indonesia.

     Portugal mengutus Pedro Filipe Pareira Felix Coelho selaku Kuasa Usaha Kedubes Portugal di Indonesia, Ukrania diwakili oleh Dmytro Govorun selaku Sekretaris III Kedubes Ukrania di Indonesia, dan Venezuela mengutus Elena Csiky selaku Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI), serta Uni Eropa yang diwakili Jan Willem Blankert selaku Adviser Khusus ASEAN.

     Kegiatan itu difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, dan peserta "Economic Diplomatic Filed Trip" 2011 itu dipimpin oleh Pejabat Senior Kementerian Luar Negeri Eddy Hariyadi.

     Perjalanan diplomatik itu diawali dengan diskusi yang dihadiri sekitar 150 orang itu juga melibatkan pejabat Kementerian Luar Negeri, pejabat Pemerintah Provinsi NTB dan perwakilan pengusaha. 

     Setelah berdiskusi, peserta "Economic Diplomatic Filed Trip" Amerika dan Eropa itu melakukan peninjauan ke sentra-sentra ekonomi, kebudayaan dan pariwisata di Pulau Lombok, seperti industri rumput laut PT Phoenix Mas Mandiri, sentra gerabah di Banyumulek, Lombok Barat, dan sentra mutiara di Sekarbela, Kota Mataram.

     Kegiatan dihari ketiga perjalanan diplomatik bidang ekonomi Amerika dan Eropa itu, masih berupa peninjauan ke lokasi wisata di kawasan Mandalika, di Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, kemudian mengunjungi lokasi budidaya rumput laut dan mutiara di Gerupuk.

     Kunjungan lainnya ke desa wisata Sade di Lombok Tengah, kemudian menuju sentra kerajinan tenun di Sukarare, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

     Faozal mengatakan, pemerintah dan masyarakat NTB tentu berharap kegiatan perjalanan diplomatik itu dapat meningkatan promosi peluang investasi dan akses produk NTB di negara-negara Amerika dan Eropa.

     "Para pejabat kedutaan dari negara-negara Amerika dan Eropa itu sudah melihat langsung, dan menyerap banyak informasi. Semoga potensi NTB itu diteruskan ke kalangan pengusaha dan mitra dagang pemerintah di negaranya masing-masing agar ada wujud investasi di masa mendatang," ujarnya.

     Sesuai penegasan Eddy Hariyadi selaku pimpinan rombongan perjalanan diplomatik itu, kata Faozal, diharapkan NTB makin dikenal di pasar Amerika dan Eropa dan akan berdampak pada kegiatan investasi. (*)


Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar