Harga minyak jatuh, investor khawatir kenaikan suku bunga Fed

id harga minyak,minyak berjangka,minyak Brent,minyak WTI,pasokan ketat,bunga Fed,resesi ekonomi,Big Oil

Harga minyak jatuh, investor khawatir kenaikan suku bunga Fed

Ilustrasi - Pompa minyak bekerja saat matahari terbenam di dekat Midland, Texas, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Jessica Lutz/aa.

New York (ANTARA) - Harga minyak jatuh sekitar tiga persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dapat mendorong ekonomi Amerika Serikat ke dalam resesi, sehingga mengurangi permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus merosot 2,91 persen atau 2,5 persen, menjadi menetap di 111,74 dolar AS per barel. Patokan minyak global mencapai terendah sesi di 107,03 dolar, level terendah sejak 19 Mei.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Agustus tergelincir 3,33 dolar AS atau 3,0 persen, menjadi ditutup pada106,19 dolar AS per barel. WTI mencapai terendah sesi di 101,53 dolar AS, level terendah sejak 11 Mei.

Investor menilai pada Rabu (22/6/2022) bahwa kenaikan suku bunga yang dirancang untuk mendinginkan lonjakan inflasi dapat menghambat pemulihan ekonomi.

Namun, harga minyak memangkas kerugian selama sesi setelah Ketua Fed Jerome Powell menjanjikan "fokus menyeluruh" untuk menurunkan inflasi dan menegaskan kembali bahwa kenaikan suku bunga bank sentral yang sedang berlangsung akan sesuai, dengan kecepatan tergantung pada prospek ekonomi.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden meminta Kongres untuk meloloskan penangguhan pajak bensin federal selama tiga bulan guna membantu memerangi rekor harga di SPBU dan memberikan bantuan sementara bagi keluarga Amerika musim panas ini.

Baca juga: Harga Minyak dunia beragam karena ketegangan AS-Iran

Biden secara terbuka mengkritik Big Oil karena menyimpan keuntungan besar tetapi dia jarang berbicara langsung dengan kepala perusahaan energi atau perwakilan mereka, menurut catatan Gedung Putih dan wawancara dengan sumber-sumber industri.

Stok minyak mentah AS naik sekitar 5,6 juta barel pekan lalu, persediaan bensin meningkat 1,2 juta barel, sementara stok sulingan turun sekitar 1,7 juta barel, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute (API) pada Rabu (22/6/2022).

 
Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2022