Mataram, 2/1 (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi, mengagendakan rapat terpadu dengan Bupati Bima Ferry Zulkarnaen beserta anggota Forum Pimpinan Koordinasi Kabupaten Bima lainnya, pascatragedi berdarah di Pelabuhan Sape, yang diagendakan 6 Januari 2012.
"Diharapkan Kapolda NTB dan Komandan Korem 162 Wira Bhakti, juga hadir dalam acara itu, agar ada pembahasan terpadu soal kamtibmas, terutama upaya pemulihan keamanan pascatragedi Sape," kata Kabag Humas dan Protokoler Setda Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Moh Faozal, di Mataram, Senin.
Gubernur NTB dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Provinsi NTB lainnya juga berencana salat Jumat di Desa Sumi, Kecamatan Lambu, sekaligus menyerahkan santuan kepada keluarga korban tewas dalam tragedi berdarah di Sape.
Dalam tregedi berdarah di Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, 24 Desember 2011, dua orang pengunjuk rasa tewas tertembak peluru aparat kepolisian yang membubarkan paksa aksi unjuk rasa menuntut pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diberikan Bupati Bima Ferry Zulkarnaen, kepada PT Sumber Mineral Nusantara (SMN).
"Pak Gubernur dan rombongan juga akan menjenguk korban luka-luka dalam tragedi Sape yang masih menjalani perawatan di rumah sakit," ujarnya.
Faozal mengatakan, sebelum menggelar rapat terpadu hingga menjenguk pasien korban tragedi Sape, Gubernur NTB dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Provinsi NTB lainnya akan menggelar pertemuan koordinasi terkait program prioritas pembangunan di wilayah Kabupaten dan Kota Bima, yang dijadwalkan 5 Januari 2012.
Pertemuan koordinasi itu untuk membahas progres pembenahan Pelabuhan Bima, jalan akses ke Bandara Sultan Salahuddin Bima yang berbentuk dua jalur empat lajur, dan prospek pertambangan marmer di Kabupaten dan Kota Bima.
"Sebelum ke Bima, Pak Gubernur dan rombongan terlebih dahulu menggelar pertemuan di Kabupaten Sumbawa, yang dijadwalkan 3 Januari 2012, dengan agenda pembahasan kamtibmas, dan program unggulan daerah, termasuk percepatan pembangunan jalan nasional dan provinsi," ujarnya.
Agenda pembahasan lainnya di Kabupaten Sumbawa, yakni aktivitas pembabatan kawasan hutan lindung di Lunyuk, yang berbuntut tindakan anarkis yakni pembakaran rumah penduduk.
Selain itu, masalah pertambangan tradisional di wilayah Kabupaten Sumbawa, masalah pengairan dan prospek pengembangan pelabuhan Badas yang didukung dana APBN sebesar Rp8 miliar pada 2011.
Selanjutnya, pertemuan koordinasi Gubernur NTB dengan Bupati Dompu beserta jajarannya yang dijadwalkan 4 Januari 2011, yang juga mengagendakan pembahasan program unggulan daerah, seperti jagung dan potensi pariwisata.
"Jadi, Pak Gubernur dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Provinsi NTB akan 'road show' ke Pulau Sumbawa, yang diawali di Kabupaten Sumbawa, dan berakhir di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026