SISWA DIKLATPIM DARI SUMENEP OBSERVASI DI MATARAM

id

     Mataram, 12/6 (ANTARA) - Sebanyak 35 siswa Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) III angkatan 203 dari Kabupaten Sumenep, Propinsi Jawa Timur, melakukan observasi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengenai program pendidikan, kesehatan dan pariwisata.

    

     Para siswa yang melakukan observasi lapangan di Kota Mataram selama lima  hari itu diterima Asisten III Administrasi Umum, Pemerintah Kota Mataram Makmun, di Mataram, Selasa.

     Di hadapan rombongan siswa Diklatpim yang dimpimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep M Saleh, Makmun memaparkan kondisi Kota Mataram dengan tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi dibandingkan sembilan kabupaten/kota lainnya di NTB.

     "Kota Mataram memiliki luas wilayah 61,30 kilometer persegi dengan jumlah penduduk saat ini lebih dari 402 ribu jiwa," katanya.

     Tingginya populasi penduduk di Kota Mataram, menurut dia, tentu menjadi permasalahan baru terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.

     Dengan upaya yang maksimal dan didukung oleh komponen masyarakat, Kota Mataram telah mampu mengalokasikan biaya operasional sekolah daerah (Bosda) sebesar Rp3,8 miliar serta bantuan siswa miskin (BSM) sebesar Rp3,8 miliar.

     Di sektor kesehatan, kata Makmun, sejak 1 Januari 2012, Pemerintah Kota Mataram telah membebaskan retribusi pelayanan kesehatan dasar di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan jaringannya sehingga lebih memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

     "Disamping itu pula, guna memberikan daya dukung pelayanan kesehatan, selain memiliki 10 unit puskesmas dimana empat diataranya memiliki layanan rawat inap, Pemkot Mataram juga telah memiliki Rumah Sakit Umum Daerah yang sudah beroperasi sejak 2010," katanya.

     Dibidang Pariwisata, kata Makmun, Kota Mataram telah ditetapkan sebagai lokasi pusat kegiatan nasional.

     Dengan dimasukkannya Kota Mataram sebagai pusat kegiatan nasional akan berdampak pada tumbuhnya sektor pariwisata "Meeting, Incentive, Convention and Exebhition" (MICE) dan sektor pariwisata menyumbang 30-40 persen bagi pendapatan asli daerah (PAD).

     Selain itu, penataan destinasi juga terus ditingkatkan terutama destinasi warisan budaya.

     "Sejumlah kawasan yang akan di revitalisasi sebagai kawasan destinasi wisata di masa mendatang yakni kawasan eks Pelabuhan Ampenan di Kecamatan Ampenan dan kawasan wisata religius Loang Baloq di Kecamatan Sekarbela," ujarnya.     

***3***

Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar