HKM SANTONG LOMBOK UTARA JADI PERCONTOHAN INTERNASIONAL

id

         Mataram, 9/11 (ANTARA) - Hutan Kemasyarakatan Santong di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, menjadi percontohan internasional karena keberhasilan masyarakat dalam mengelola aspek pelestarian hutan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
         Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTB H Abdul Hakim di Mataram, Jumat, mengatakan selain penghargaan tingkat nasional berupa sertifikat ekolebel pertama di Indonesia untuk jenis hutan kemasyarakatan, HKm Santong juga meraih penghargaan internasional.
         "Karena itu HKm santong banyak dikunjungi para tamu dari dalam maupun luar negeri. Beberapa waktu tamu dari 13 negara berkunjung ke Lombok Utara untuk melihat secara langsung keberhasilan HKm Santong," ujarnya.
         Sebanyak 1.258 petani di sekitar hutan di Santong dinilai  berhasil mengelola hutan seluas 758 hektare baik dari aspek pelestarian dan juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga, sehingga pengelola HKm itu meraih sertifikasi ekolabel pertama di Indonesia untuk jenis hutan kemasyarakatan.
         Sebelum inisiatif HKm dimulai pada 1997, kawasan hutan Santong merupakan lahan terlantar, yang hampir semuanya gersang karena hanya ditumbuhi ilalang.
         Setelah dikembangkan program HKm dengan pendampingan konsepsi dari berbagai mitra pendukung, saat ini hampir semua kawasan hutan Santong telah ditumbuhi aneka tanaman produktif.
         Dalam kegiatan awal dengan sistem tumpang sari itu, tahun pertama dan kedua memperoleh bantuan dari Dinas Kehutanan Provinsi NTB berupa bibit kayu-kayuan antara lain sengon dan sonokeling, serta bibit tanaman buah-buahan seperti nangka, melinjo, alpukat, durian, kemiri, dan cokelat.
         Pada tahun ketiga yang merupakan masa pemeliharaan, bibit disediakan secara swadaya oleh masyarakat untuk penyulaman, sehingga  kalau sebelum ada HKm tahun 1997 itu hanya kawasan semak belukar dan hampir tidak ada pohon.
         Namun pada tahun berikutnya petani mengalami kesulitan menanam pohon, karena semua kawasan sudah dipenuhi tumbuhan. Sebagai dampak positif dari HKm tersebut kalau dulu masyarakat rata-rata hanya tamat SD, kini sudah banyak lulus SLTA, bahkan mampu melanjutkan hingga perguruan tinggi.
         Bahkan,sudah banyak petani yang bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci karena HKm.  Pengelolaan HKm Santong adalah warga asli Desa Santong, bersama tiga desa lainnya yakni Salut, Selengan, dan Mumbulsari, Kecamatan Bayan.(*)


 

Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar