"Memang sudah ada hasil surveinya, namun baru akan dibuka pada rapat yang dijadwalkan Sabtu (26/1), jadi belum tahu," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Adi Taher, ketika dikonfirmasi dari Mataram, Kamis.
Ia mengatakan, survei elektabilitas kandidat Golkar terkait pemlihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018 itu melibatkan berbagai lapisan masyarakat, atau bukan hanya dari kalangan partai Golkar.
Hasil survei itu akan dijadikan acuan utama dalam pengambilan sikap Partai Golkar pada Pilgub NTB, atau sebagai pendukung hasil keputusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar NTB terkait calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.
Meskipun belum dibuka hasil survei itu, Adi mengakui terdapat nama Zaini Arony, Ketua DPD I Partai Golkar NTB yang juga Bupati Lombok Barat yang masuk dalam daftar kandidat yang disurvei, selain Moh Amin selaku Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, dan Ferry Zulkarnain selaku Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima.
"Nanti Pak Zaini juga diundang menghadiri rapat DPP Partai Golkar di Jakarta, karena ada banyak strategi yang perlu dibicarakan, ada skenario A, B dan C," ujarnya.
Hanya saja, sikap Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie yang melakukan kunjungan kehormatan ke Pendopo Gubernur NTB dan sempat berdiskusi soal Pilgub NTB dengan kandidat "incumbent" TGH M Zainul Majdi (Gubernur NTB periode 2008-2013), mengundang pertanyaan publik di NTB.
Partai Demokrat NTB sudah memutuskan untuk mengusung Zainul selaku Ketua DPD Partai Demokrat NTB untuk maju sebagai calon gubernur periode lima tahun berikutnya.
Apalagi, Adi membenarkan kalau Aburizal yang akrab disapa Ical sempat berbicara empat mata dengan Zainul, setelah makan pagi, pada Rabu (23/1).
"Ada pertemuan empat mata Pak Ical dengan Pak Zainul, dan disampaikan hasil Rapimda Partai Golkar NTB, kalau begini maka bagaimana, dan kalau begitu juga bagaimana, serta bagaimana kalau seandainya calon-calon wakil dari Golkar ini bisa digabung (dengan kandidat Partai Demokrat)," ujarnya.
Pada rapat pimpinan daerah (Rapimda) DPD I Partai Golkar NTB, beberapa bulan lalu, diusulkan satu calon Gubernur NTB yakni Zaini Arony, dan dua nama calon Wakil Gubernur NTB yakni Ferry Zulkarnain dan Moh Amin.
Adi pun masih enggan membenarkan kalau bocoran hasil survei elektabilitas yang baru akan dibuka pada Rapimnas, Sabtu mendatang itu, kandidat Golkar tidak cukup kuat untuk maju sebagai calon Gubernur NTB.
Indikasinya, yakni kunjungan kehormatan Ical ke Pendopo Gubernur NTB sekaligus membicarakan peluang kandidat Partai Golkar dipaketkan dengan kandidat "incumbent" itu.
Keengganan tersebut sangat mungkin erat kaitannya dengan tanggapan kandidat "incumbent" yang juga belum mau memutuskan akan menggandeng kandidat Partai Golkar atau kandidat yang juga ditawarkan partai lain seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan sejumlah parpol pemilik kursi di DPRD NTB.
Adi cenderung menekankan bahwa jika hasil survei menunjukkan selisih dengan kandidat dari partai lain, kurang dari 10 persen maka kandidat Partai Golkar terpaksa maju, karena sudah didukung DPD II Partai Golkar dari 10 kabupaten/kota di wilayah NTB.
"Kalau dibawah 10 persen ya terpaksa maju. Kalau tidak ya, mendukung partai lain dengan tawaran calon wakil," ujar Koordinator Wilayah Partai Golkar untuk Bali, NTB dan NTT itu.
Sementara itu, Zaini Arony yang dihubungi terpisah, mengaku telah diundang untuk hadir dalam Rapimnas Partai Golkar yang secara khusus mengagendakan pembahasan hasil survei elektabilitas kandidat Pilgub NTB itu.
"Insya Allah, minggu depan saya kembali dari Jakarta akan saya ungkapkan sikap kami, terkait Pilgub NTB itu," ujar Zaini.
Pilgub NTB sudah bergulir, tahapan pendaftaran pasangan calon pada Pilgub NTB dijadwalkan 5-11 Februari 2013, dan pemungutan suara Pilgub NTB dijadwalkan 13 Mei untuk putaran pertama dan 22 Juli untuk putaran kedua, yang akan berlangsung di 9.403 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menyebar di 1.135 desa, 116 kecamatan, 10 kabupaten/kota. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026