"Kami berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan lainnya untuk menyelidiki kemungkinan dinamit itu dibawa masuk ke NTB," kata Kapolda NTB Brigjen Pol Mochammad Iriawan.Mataram (Antara Mataram) - Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) juga ikut menelusuri hilangnya 250 batang dinamit milik PT Batu Sarana Persada, Jabar, karena dikhawatirkan dinamit tersebut jatuh ke tangan kelompok terorisme yang bersembunyi di Pulau Lombok atau Sumbawa.
"Kami berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan lainnya untuk menyelidiki kemungkinan dinamit itu dibawa masuk ke NTB," kata Kapolda NTB Brigjen Pol Mochammad Iriawan di Mataram, Senin.
Ia mengatakan bahwa pihaknya menerapkan pemeriksaan rutin berkelanjutan di pintu-pintu masuk dari daerah lain, seperti di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.
Pelabuhan Lembar merupakan pintu masuk kapal penyeberangan dari Pulau Bali, maupun kapal Pelni dari Pulau Jawa.
"Kami jaga di pintu masuk dan periksa barang bawaan penumpang dan kendaraan angkutan. Tapi tidak secara terbuka, kalau ada yang dicurigai pasti dihentikan untuk diperiksa," ujarnya.
Sementara ini, polisi melihat hilangnya 250 batang dinamit sebagai aksi pencurian.
Dua dus berisi 250 batang dinamit hilang dalam perjalanan dari PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) ke Gudang Bahan Peledak Kalijati Subang, Jawa Barat, 26 Juni 2013.
Peledak berbahan dasar amonium nitrat itu tadinya akan diantarkan ke PT Batu Sarana Persada di Cigudeg, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kasus pencurian dinamit itu, terungkap ketika pada Rabu (26/6) sekitar pukul 14.00 Wita, dua truk berangkat dari Subang membawa sejumlah bahan peledak. Dalam perjalanan menuju Bogor, sempat transit di Marunda, Jakarta. Jadi, perjalanan Jakarta-Bogor menggunakan empat unit truk.
Keempat unit truk itu tiba di Bogor Kamis (27/6) sekitar pukul 04.00. Saat diperiksa, baru diketahui ada pencurian di salah satu truk yang posisinya paling belakang.
Saat diperiksa dengan cara merobek kanvas penutup belakang (sobekan sekitar satu meter), diketahui ketika sampai di PT BSP, terdapat kekurangan dua dus, beratnya sekitar 50 kg, berbentuk batangan bahan peledak, sehingga diketahui 250 batang dinamit hilang. (*)
Pewarta : Oleh Anwar Maga
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026