Pemkot renovasi bengunan di kota tua ampenan

id kota tua ampenan , bangunan tua, revitalisasi

Pemkot renovasi bengunan di kota tua ampenan

Banguan peninggalan zaman Belanda di Kota Tua Ampenan (Ist)

Saat ini kita sedang menyusun Rencana Tata Banaguan dan Lingkungan (RTBL) kawasan Kota Tua Ampenan sebagai acuan menghidupkan kembali Kota Tua Ampenan dengan tetap mempertahankan tampilan ekterior dan interior banguan"
Mataram, (Antara Mataram) - Pemerintah Kota Mataram akan merenovasi sejumlah bangunan tua peninggalan Belanda yang ada di "Kota Tua" Ampenan dengan bantuan dari Direktorat Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dalam konteks revitalisasi dengan tetap mempertahkan bangunan yang ada.

"Saat ini kita sedang menyusun Rencana Tata Banaguan dan Lingkungan (RTBL) kawasan Kota Tua Ampenan sebagai acuan menghidupkan kembali Kota Tua Ampenan dengan tetap mempertahankan tampilan ekterior dan interior banguan," kata Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Sabtu.

Ia mengatakan, setelah direnovasi di dalam bangunan tersebut akan diisi dengan berbagai jenis barang souvenir. Banguna tersebut ditetapkan menjadi cagar budaya. Kebetulan di Kota Mataram keberaaan Kota Tua Ampenan masuk ke urutan ke-43 Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) .

"Karena itu peninggalan-peningalan yang lama zaman Belanda harus tetap kita pertahankan, kdmudian RTBL tersebut akan dijadikan pedoman dalam melakukan penataan kawasan Kota Tua Ampenan," katanya.

Menurut dia, yang menjadi kajian tim dari Direktorat Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum adalah bangunan-bangunan tua tersebut harus dipertahankan eksteriornya kemudian bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat pusat penjualan souvenir untuk para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Kota Tua Ampenan.

Dari sejumlah bangunan tua di Kota Ampenan tersebut, menurut Martawang, ada bangunan Bank Indonesia (BI) yang pada puluhan tahun silam pernah menjadi kangor Bank Belanda. Saat ini bangunan peninggalan pemerintah Kolonial Belanda itu dimiliki oleh masyarakat.

"Kami sudah berkomunikasi dengan pemilik bangunan tua bekas kantor Bank Belanda itu agar tetap dipertahankan dan dia menyatakan setuju. Bangunan itu akan dijadikan hotel dengan tetap mempertahankan arsitertur "art deco" (gaya hias bangunan yang lahir setelah perang dua I) bangunan Belanda itu akan tetap dipertahankan," kata Martawang.

Menurut dia, ini menjadi salah satu daya tarik Kota Tua Ampenan yang diharapkan bisa menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk berkunjung ke Mataram kususnya ke objek wisata Kota Tua Ampenan.

"Setelah perencanaan selesai disusun tentu kita akan mengintervensi dengan program. Kami tidak akan menunggu pemerintah pusat untuk memulai. Saat ini kami telah memulai dengan penataan bekas Pelabuhan Ampenan termasuk membangun lapap pedagang kakli lima (PKL)," katanya.

Untuk tahap selanjutnya, kata Martawang, akan dilanjutkan dengan penataan bangunan tua di Jalan Pabean Ampenan yang saat ini dimiliki oleh masyakat. Dalam kaitan itu pihaknya minimal bisa memberikan bantuan cat dan kami juga telah menyurati pemilik bangunan agar mereka tidak mengubah bentuk bangunan tersebut.

"Kita juga akan menyiapkan masyarakat agar bisa menyiapkan souvenir untuk para wisatawan domestik maupun mancanagera yang berkunjung ke objek wisata Kota Ampenan.

"Ini sasaran yang ingin kita capai dari revitalisasi kota tua tersebut," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar