NTB intensifkan Razia PSK jelang Tahun Baru

id Satpol PP

Razia ini untuk menjawab semua tuntutan masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah provinsi tentang maraknya pekerja seks komersial (PSK) menjelang natal dan pergantian tahun 2014-2015
Mataram,  (Antara) - Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan mengintensifkan razia terhadap sejumlah pekerja seks komersial di sejumlah tempat hiburan malam di kawasan wisata Senggigi jelang hari natal dan tahun baru.

"Razia ini untuk menjawab semua tuntutan masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah provinsi tentang maraknya pekerja seks komersial (PSK) menjelang natal dan pergantian tahun 2014-2015," kata Kepala Sat Pol PP NTB Ibnu Salim di Mataram, Selasa.

Menurut dia, razia tersebut dilaksanakan untuk mencegah penyakit masyarakat, terutama merazia para pekerja seks berikut lelaki hidung belang, termasuk juga penggunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba).

Apalagi, katanya, pada Minggu (7/12) dini hari, Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) berhasil menangkap dua perempuan pekerja seks komersial asal Jakarta di sebuah tempat hiburan malam di kawasan wisata Senggigi yang juga merupakan mantan karyawan bank.

"Ini yang membuat kami prihatin, ternyata NTB sudah didatangi pekerja seks dari Jakarta, bahkan ironisnya mereka merupakan karyawan bank yang keluar dan lebih memilih menjadi pekerja seks karena iming-iming bayaran yang tinggi," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam razia tersebut, Sat Pol PP tidak akan sendirian, tetapi dilakukan tim gabungan bersama pihak kepolisian, TNI dan Sat Pol PP kabupaten/kota.

Dikatakannya, sasaran operasi tersebut, yakni sejumlah tempat karaoke dan klub malam yang tersebar di sepanjang kawasan wisata Pantai Senggigi, Lombok Barat. Termasuk, lokasi hiburan yang ada di Kota Mataram. Sedangkan fokus razia untuk mencegah praktik penyakit masyarakat, serta penyalahgunaan narkoba.

Menurut Ibnu, razia tersebut digelar dalam rangka menegakkan peraturan daerah (perda) terkait prostitusi serta untuk menjaga kondusivitas dan keamanan di tempat wisata menjelang natal dan tahun baru 2015.

"Jadi apa yang kami lakukan ini sesuai dengan tugas dan fungsi Pol PP yakni menegakkan perda dalam kaitan pencegahan penyakit masyarakat," ujarnya.

Selain razia, pihaknya juga telah melakukan pemantauan secara berkala ke lokasi-lokasi yang dianggap dapat berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.

"Jadi apa yang kami lakukan juga sesuai dengan instruksi Gubernur NTB untuk lebih mengintensifkan razia terutama pada tempat-tempat yang dianggap rawan timbulnya penyakit masyarakat," ucapnya.

Sebelumnya, dua perempuan dari Jakarta terjaring razia gabungan BNNP NTB di tempat hiburan malam Senggigi, Lombok Barat. Ironisnya, dua wanita itu telah beralih profesi sebagai pekerja seks komersial.

Dua perempuan berinisial RK (22) dan AW (26) ini terjaring saat sedang memenuhi pesanan dua orang pelanggan AS (26)dan BW (53). Mereka didapati tengah berpesta narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi di ruang karaoke LSC, Lombok Barat. Razia gabungan itu dilakukan pada Minggu (7/12) dini hari.

Menjamurnya tempat-tempat hiburan malam (karaoke) dan kafe di sepanjang jalan menuju kawasan wisata Senggigi membuat Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi prihatin.

Orang nomor satu di NTB ini merasa kecewa sekaligus prihatin atas maraknya lokasi hiburan malam (karaoke) dan kafe di sepanjang jalan menuju kawasan wisata, mulai Meninting hingga Senggigi Kabupaten Lombok Barat. Sebab, tempat-tempat seperti itu diduga sebagai ajang melancarkan transaksi seks dan peredaran narkoba.

"Saya sampaikan, mungkin tidak hanya saya yang merasa terganggu dengan keadaan seperti ini, tetapi juga masyarakat lainnya. Karena dalam kurun waktu dua atau tiga tahun terakhir, di jalur yang diharapkan menjadi lokasi wisata, ternyata penuh dengan klub malam," tegas Zainul Majdi.
Pewarta :
Editor: Yanes
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar