Belum sampai ke proses hukum. Penyelesaian kami serahkan ke pihak sekolah. Karena, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan
Mataram,  (Antara) - Seorang pelajar Sekolah Menegah Atas Negeri 1 Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dikeroyok oleh rekannya sendiri pada Jumat sekitar pukul 07.30 WITA.

Pelajar SMAN 1 Narmada yang menjadi korban pengeroyokan itu, Bagus Jualiani, siswa kelas XI IPS. Korban dikeroyok oleh enam pelajar yang masih satu sekolah dengannya.

Kejadian berawal dari adanya tingkah laku yang ditunjukkan korban pada Kamis (11/12) kepada salah seorang dari enam pelaku pengeroyokan. "Salah satu pelaku tidak terima dengan sikap yang ditunjukan korbannya," kata Kepala Kepolisian Sektor Narmada Kompol Setia Wijatono.

Karena tidak terima perilaku korban dan merasa dendam, akhirnya pada Jumat (12/12) pagi pelaku mengajak lima rekannya untuk mengeroyok korban saat hendak masuk sekolah.

Ketika korban datang sendiri ke sekolahnya menggunakan sepeda motor, enam pelaku menghadangnya dan langsung mengeroyok hingga terjatuh dari atas sepeda motor.

Kemudian, katanya, datang seorang rekan korban yang melihat kejadian itu dan langsung melerainya, namun karena kalah jumlah, akhirnya rekannya pun ikut dikeroyok oleh enam pelaku.

Pengeroyokan yang terjadi di sisi jalan raya itu menjadi tontonan warga yang tengah berada di lokasi tersebut. Aktivitas pengendara yang melintas pun menjadi terhambat akibat peristiwa itu.

Tidak lama dari kejadian itu petugas patroli Polsek Narmada datang dan membubarkan aksi para pelajar itu. Dua pelaku pengeroyokan diamankan pihak kepolisian termasuk korban dan rekannya yang mencoba melerai.

"Ada beberapa pelajar yang sempat dimintai keterangan," kata Kompol Setia Wijatono.

Ia mengatakan untuk menyelesaikan persoalan tersebut, petugas telah memanggil pihak sekolah dan diharapkan masalah itu dapat diselesaikan tanpa melalui proses hukum.

"Belum sampai ke proses hukum. Penyelesaian kami serahkan ke pihak sekolah. Karena, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan," kata Setia.

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026