"Tahun 2014 saja itu terjadi 129 kasus. Tahun ini angka kematian bayi dan ibu menembus 52 jiwa,"
Mataram (Antara NTB) - Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Nusa Tenggara Barat T Wismaningsih Drajadiah mengakui angka kematian ibu dan bayi di provinsi itu masih cukup tinggi, bahkan tertinggi di Indonesia.

"Tahun 2014 saja itu terjadi 129 kasus. Tahun ini angka kematian bayi dan ibu menembus 52 jiwa," kata Wismaningsih di Mataram, Kamis.

BP3AKB mencatat angka kematian ibu dan bayi itu terjadi merata di 10 kabupaten/kota di provinsi NTB.

Menurut Wismaningsih, penyebab tingginya angka kematian ibu dan bayi diantaranya karena banyaknya angka kelahiran dari ibu usia remaja akibat perkawinan dini, tingginya jumlah anemia pada ibu hamil, faktor kelelahan yang di derita ibu padahal baru melewati masa melahirkan (nifas) dan kekurangan gizi baik pada ibu dan bayi.

"Kebanyakan para ibu ini tinggal sendirian karena suami pergi bekerja, padahal pada saat itu mereka lagi paskanifas setelah melahirkan, sehingga karena tidak ada orang di rumah mereka melakukan pekerjaan yang tidak seharusnya sehingga menyebabkan kelelahan," jelasnya.

Adapun faktor lain, ujar Wismaningsih adalah sulitnya akses pelayanan kesehatan terutama tidak aktifnya sebagian besar Poskesdes dan Pustu akibat ditinggal bidan.

Belum lagi lokasi Poskesdes dan Pustu yang begitu jauh dengan perkampungan sehingga faktor keamanan menjadi tidak terjamin.

"Kejadian ini pernah kami menemukan di Kabupaten Sumbawa, bidan tidak berani menempati pustu, karena jarak yang begitu jauh dengan desa sehingga mereka khawatir terkait keamanan jika selalu ada di lokasi pustu," terangnya.

Untuk menekan kematian ibu dan bayi, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, salah satunya gencar melakukan kegiatan sosialisasi dan pemahaman ke lingkungan dan desa.

Kemudian, menekankan pentingnya melaksanakan program Keluarga Berencana (KB).

Dengan program KB, para ibu akan memiliki kesempatan dan waktu untuk mengurus anak dan mengatur pola pengasuhan.

Upaya lain yang juga ditempuh adalah melaksanakan program pembangunan keluarga. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026