DANA PSK BANK NTB UNTUK BEASISWA

id

          Mataram, 16/5 (ANTARA) - Dana peduli sosial kemasyarakatan (PSK) dari PT Bank NTB akan dimanfaatkan untuk beasiswa bagi para lulusan SMA yang melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia Bogor, Jawa Barat.

         Dalam kaitan itu ditandatangani kesepakatan beasiswa daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilakukan Dirut PT Bank NTB Drs H Rachiman dan Ketua STEI Bogor Dr Muhammad Syafii Antoni di Mataram, Sabtu.

         Penandatanganan tersebut disaksikan Gubernur NTB HM Zainmul Majdi dan sejumlah pejabat di lingkup pemprov setempat.

         Beasiswa itu akan diberikan kepada 20 lulusan SMA yang akan melanjutkan ke STEI Bogor untuk jangka waktu tiga tahun.

         Gubernur NTB Zainul Majdi mengatakan dana PSK yang sebelumnya sempat dipertanyakan pemanfaatannya, sekarang sudah jelas dan transparan, yakni akan digunakan untuk beasiswa bagi lulusan SMA asal daerah ini yang melanjutkan studi di STEI Bogor.

         "Penggunaan dana PSK dari PT Bank NTB yang sebelumnya sempat dipertanyakan, sekarang sudah jelas dan transparan, akan kita gunakan untuk beasiswa guna melahirkan SDM (sumber daya manusia) berkualitas di bidang ekonomi khususnya menyangkut bank syariah," katanya.

         Ia mengatakan selama ini bank syariah belum bisa maju karena belum ada SDM yang memiliki kemampuan untuk mengelola lembaga perbankan yang menerapkan sistem sesuai kaidah Islam.

         "Di pulau Lombok yang merupakan daerah yang dikenal dengan julukan pulau 'seribu masjid' ini, bank syariah-nya belum maju dan berkembang, karena kurangnya SDM berkualitas yang memiliki kemampuan di bidang syariah, sementara di negara barat sudah cukup maju dan diminati masyakat, karena dinilai cukup menguntungkan," katanya.

         Karena itu, kata dia, putra-putri NTB yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di STEI Bogor diharapkan nantinya memiliki kemampuan untuk mengelola bank syariah, sehingga perbankan ini mencapai kemajuan sebagaimana yang diharapkan.

         Dalam dekade terakhir bank syariah sebagai salah satu instrumen keuangan yang penting dalam sistem ekonomi telah berkembang pesat, bukan hanya di negara-negara berpenduduk Islam, tetapi juga di negara non muslim seperti di Amerika Serikat, Australia, Irlandia dan Inggris.

         "Di Indonesia sendiri perkembangan bank syariah dan asuransi syariah tidak kalah cepat dibandingkan dengan negara muslim lainnya termasuk Malaysia, Pakistan dan Sudan," katanya.

         Karena itu, menurut dia, dalam konteks ini bank syariah di Indonesia diupayakan agar dapat terus bersaing dengan bank syariah di negara maju.

         "Untuk itu, bank syariah di Indonesia sangat membutuhkan dukungan SDM yang berkualitas," katanya.

         Dalam hal ini, kata gubernur NTB, SDM yang dibutuhkan adalah yang menguasai sains dan teknologi, serta harus memahami aspek syariah dan memiliki komitmen yang tinggi guna membangun sistem syariah yang bersumber pada nilai-nilai Islami.(*)



Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar