Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah memanfaatkan pembelajaran bergerak dalam upaya pemerataan guru di daerah tersebut. “Kami akan melakukan mobile teaching atau pengajaran bergerak agar seluruh anak-anak desa di Maluku tengah mendapatkan kesempatan belajar yang sama,” ujar Pnjabat Bupati Maluku tengah Rakib Sahubawa dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Senin.

Menurut Sahubawa terobosan tersebut akan memudahkan proses belajar dan mengajar bagi para murid dan guru yang dipisahkan oleh pulau-pulau di Maluku tengah. “Karena permasalahn pendidikan pada kecamatan Maluku tengah yakni Leihutu, Leihitu barat, dan Salahutu yakni kurangnya tenaga pendidik atau guru. Sehingga proses pendidikan pun kurang maksimal dan terhambat,” ucapnya.

Sahubawa menjelaskan nantinya program pengajaran bergerak ini akan dilakukan tiga bulan sekali, setiap guru tinggal menunggu giliran untuk dipindahkan dalam waktu tersebut sesuai dengan kebutuhan guru di masing-masing kecamatan.

Selain itu, masalah pendidikan lainnya seperti sarana dan pra sarana yang belum memadai juga mendapat perhatian Sahubawa. “Bukan itu saja, permasalahan hambatan pendidikan seperti kemiskinan dan anak yatim piatu juga akan segera diatasi. Tentunya kami akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku agar semua anak-anak maluku tengah bisa merasakan pendidikan yang layak,” ungkapnya.

Baca juga: Kemendikbud perkuat kolaborasi lintas sektor
Baca juga: Lulusan PPG Prajabatan siapkan diri ikuti ASN PPPK


Rakib Sahubawa sendiri baru dilantik menjadi Penjabat Bupati Maluku tengah pada 12 September 2023. Usai dilantik Rakib berkomitmen akan menaruh perhatian lebih bagi dunia pendidikan utamanya kepada kaum duafa, anak yatim dan para janda, orang tua jompo dengan sebuah program yang diberi nama OPEN. "Kepada kaum duafa, anak yatim dan para janda, serta orang tua jompo, saya berjanji akan melakukan Upaya terbaik untuk membantu mereka melalui program OPEN," ungkapnya.

 

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026