"Memang kalau kita berbicara olah raga prestasi, tentu harus ada acuannya, seperti Asian Games dan Olimpiade. Tetapi, kita juga tidak bisa begitu saja langsung menghilangkan kalau belum ada wadahnya,"
Mataram (Antara NTB) - Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB HMS Kasdiono mendukung rencana Kemenpora yang ingin mengkaji ulang jumlah cabang olah raga yang dipertandingkan di PON.

"Sah saja kalau Kemenpora mengusulkan itu. Tetapi, kalau kita balik ke belakang, sebetulnya masalah itu sudah lama diusulkan," kata Kasdiono di Mataram, Kamis.

Ia menuturkan, kalau pun Kemenpora ingin menghapus cabang olah raga yang tidak ada kaitan atau dilombakan dalam arena Asian Games dan Olimpiade, hendaknya cabang olah raga itu diatur dalam wadah lain, seperti Formi (Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia).

"Memang kalau kita berbicara olah raga prestasi, tentu harus ada acuannya, seperti Asian Games dan Olimpiade. Tetapi, kita juga tidak bisa begitu saja langsung menghilangkan kalau belum ada wadahnya," jelas Kasdiono.

Ia menyebutkan meski rencana itu baru dilakukan Kemenpora, ada beberapa cabang olah raga yang sudah pernah diikutsertakan di PON, tetapi sudah dihapus, seperti tarung drajat.

"NTB pernah meraih mendali di tarung drajat. Tetapi kita juga tidak boleh melupakan, kalau tarung drajat merupakan olah raga asli Indonesia," ujarnya.

Bahkan, pencak silat pernah mengalami hal yang sama, tetapi seiring gencarnya sosialisasi oleh pemerintah, maka olah raga itu pun semakin dikenal dan dipertandingkan dalam sebuah kejuaraan dunia.

Kendati demikian, politisi Partai Demokrat ini mengakui rencana Kemenpora itu juga pasti akan berpengaruh kepada proses pembinaan olah raga khususnya di daerah.

Pasalnya, dengan tidak diikutsertakan dalam PON, pemerintah pusat harus segera menyiapkan wadah lain, sehingga pertandingan cabang olah raga itu bisa terus dilakukan, meskipun dalam wilayah yang lebih kecil.

Karena itu, meski mendukung langkah Kemenpora itu, Kasdiono meminta pemerintah pusat segera melakukan sosialisasi ke daerah-daerah dan melakukan pemetaan terhadap olah raga yang mengacu kepada prestasi, seperti dalam Asian Games dan Olimpiade.

"Kenapa ini penting dilakukan, agar daerah juga tahu, mana olah raga prestasi dan mana yang tidak," katanya.

Kemenpora sendiri meminta jumlah cabang olah raga yang dipertandingkan di PON dikaji ulang dan diharapkan mengacu pada cabang yang dipertandingkan di Asian Games maupun Olimpiade.

Permintaan pemerintah tersebut disampaikan oleh Deputi Peningkatan Prestasi Kemenpora Djoko Pekik Irianto.

"Ke depan kita harus melakukan perbaikan `event` olah raga termasuk PON. Paling gampang kita mengacu pada jumlah cabang olah raga yang dipertandingkan di Asian Games dan olimpiade," kata Djoko. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026