Samalas Institute Galang Pembentukan Satgas Anti-narkoba

id Samalas Institute

Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin (kiri), menyerahkan pemnghargaan kepada Direktur Samalas Institute Darsono Yusin Sali (tengah), karena peduli terhadap pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. (Foto ANTARA NTB/ist)

"Kami akan menjadikan Kabupaten Lombok Tengah sebagai percontohan pembentukan Satgas Anti Narkoba di NTB"
Mataram (Antara NTB) - Samalas Institute menggalang dukungan untuk membentuk Satuan Tugas Anti-Narkoba di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dalam rangka memberantas peredaran dan penyalahugunaan narkotika dan obat atau bahan berbahaya.

"Kami akan menjadikan Kabupaten Lombok Tengah sebagai percontohan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba di Nusa Tenggara Barat (NTB)," kata Direktur Samalas Institute Darsono Yusin Sali di Mataram, Kamis.

Wacana membentuk Satgas Anti-Narkoba di Kabupaten Lombok Tengah, disampaikan pada diskusi publik dalam momentum Hari Anti Narkoba Indonesia (HANI) 2017 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mataram.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 120 pelajar sekolah menengah atas dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Mataram.

Pemuda yang akrab disapa Usin ini mengatakan anggota Satgas Anti Narkoba tersebut diharapkan muncul dari para kader dan simpatisan serta relawan (volunteer) yang jumlahnya mencapai lebih dari 200 orang.

"Nanti polanya ada koordinator di masing-masing kecamatan yang mengkoordinasikan upaya penyuluhan anti narkoba kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, penggalangan dukungan masyarakat terhadap upaya memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba sangat perlu dilakukan. Sebab, barang haram tersebut saat ini sudah tergolong mudah diperoleh para generasi muda.

"Waktu peringatan HANI beberapa hari lalu, kita sempat dikagetkan dengan pengungkapan pengiriman narkoba jenis sabu-sabu sebanyak satu ton," ucap pemuda asal Kabupaten Lombok Tengah ini.

Sebagai lembaga masyarakat madani, kata Usin, Samalas Institute akan bergandengan tangan dengan Satgas Anti Narkoba yang akan dibentuk di Kabupaten Lombok Tengah.

Upaya pemberantasan terhadap peredaran dan penyalahgunaan barang haram yang merusak generasi penerus bangsa itu merupakan salah satu fokus utama, selain masalah radikalisme.

"Narkoba dan radikalisme menjadi fokus kami karena kedua isu tersebut sudah menjadi kejahatan transaksional yang harus dilawan secara bersama-sama," katanya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Mataram Heri Sutowo, mengapresiasi gerakan Samalas Institute untuk membentuk Satgas Anti Narkoba di Kabupaten Lombok Tengah.

"Kami sangat mengapresiasi upaya tersebut, apalagi dibentuk di Kabupaten Lombok Tengah yang belum memiliki BNN kabupaten hingga saat ini," katanya. 
     Samalas Institute terus melakukan kampanye anti narkoba dan bahaya radikalisme di kalangan pelajar dan mahasiswa. Upaya tersebut dilakukan bekerja sama dengan lembaga terkait, baik dari unsur pemerintahan seperti BNN Badan Narkotika Nasional (BNN), serta lembaga swadaya masyarakat. 
     Karena dianggap memiliki kepedulian yang kuat, BNN Provinsi NTB memberikan penghargaan kepada Samalas Institute pada puncak peringatan HANI 2017 yang digelar di lapangan Taman Gora Jalan Udayana Kota Mataram, Minggu (16/7).
(*)

Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar