Bupati Lombok Barat Meminta Masukan Petani

id Bupati Lobar

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid (pakai peci) berdialog dengan para petani. (foto ANTARA NTB/ist)

"Masukan dari para petani tentu akan sangat berharga karena mereka yang tahu kondisi dan permasalahan di lapangan"
Lombok Barat (Antara NTB) - Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, H Fauzan Khalid memanfaatkan hari libur menemui para petani di Desa Tanak Beak untuk meminta berbagai masukan terkait pembangunan sektor pertanian, Minggu.

Para petani yang didatangi itu tergabung dalam Forum Komunikasi Petani Lombok Barat (FKPLB) Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Fauzan mengatakan forum yang beranggotakan ratusan petani pemilik dan penggarap itu memiliki agenda rutin untuk menguatkan pembangunan pertanian sehingga perlu untuk dimintai masukannya.

"Masukan dari para petani tentu akan sangat berharga karena mereka yang tahu kondisi dan permasalahan di lapangan," katanya.

Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Ojan ini mengajak semua pihak berpikir secara komperehensif untuk membangun Lombok Barat dari sektor pertanian.

Menurut dia, kebutuhan penyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) tertinggi di Lombok Barat itu menyangkut embung, irigasi pertanian, jalan usaha tani, ketersediaan bibit dan pupuk serta perlindungan usaha bagi petani.

"Kami harus menyusun skala prioritas yang diutamakan. Dan secara bertahap dipenuhi untuk pembangunannya karena terkait masalah anggaraan," kata Fauzan sambil meminta Dinas Pertanian Lombok Barat berkoordinasi dengan melibatkan FKPLB dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

"Ajak Dinas Pekerjaan Umum. Undang juga Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara, sehingga kita bisa tahu apa kebutuhan petani dan bisa berbagi tugas antara Dinas Pertanian, Dinas PU dan BWS," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat H Muhur Zohri, menyampaikan bahwa koordinasi antar pelaku dengan pemerintah adalah untuk memajukan pembangunan.

"Pada hari ini kita kumpulkan kelompok petani untuk langsung berdialog tanya jawab di hadapan bupati untuk mengetahui apa yang dibutuhkan para petani, terutama sarana dan prasarana," katanya.

Ia juga menyebutkan dana pembangunan infrastruktur pertanian menggunakan dana alokasi khusus tahun anggaran 2017 mencapai Rp5,9 miliar.

Dana miliaran rupiah tersebut untuk membangun embung, dam, parit, sumur dalam dan sumur dangkal yang tersebar di beberapa kecamatan. (*)

Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar