Fauzan Tunggu Golkar Terkait Pilkada Lombok Barat

id Lombok Barat

H Fauzan Khalid (kiri tiga), ketika mendaftar di Partai Hanura, sebagai bakal calon Bupati Lombok Barat pada Pilkada 2018. (Foto ANTARA NTB/ist)

"Kalau Golkar memberikan dukungan kepada kami, maka dengan dua partai politik itu kami sudah aman"
Mataram (Antara NTB) - H Fauzan Khalid masih menunggu keputusan DPP Partai Golongan Karya terkait arah dukungannya pada pemilihan kepala daerah Bupati/Wakil Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada 2018.

Ditemui di Mataram, Kamis, Fauzan mengatakan komunikasi dengan para pengurus partai berlambang pohon beringin tersebut masih berjalan lancar. Bahkan, dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan jajaran pengurus pusat di Jakarta.

"Sebenarnya hari ini, Kamis (14/9), saya diminta datang ke Jakarta, tapi saya minta penundaan karena ada beberapa agenda termasuk rapat pemegang saham Bank NTB," katanya usai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank NTB.

Petahana Bupati Lombok Barat ini juga memastikan pertemuan dengan DPP Partai Golkar di Jakarta, bisa dilakukan di atas tanggal 20 September 2017. Pasalnya, ada beberapa agenda yang tidak bisa ditinggalkan.

Fauzan sudah resmi berpasangan dengan Hj Sumiatun untuk maju dalam Pilkada Bupati/Wakil Bupati Lombok Barat yang akan digelar pada 2018.

Hj Sumiatun saat menjadi Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat merupakan Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Lombok Barat.

Pasangan itu sebelumnya sudah mendapatkan dukungan resmi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang memiliki lima kursi di DPRD Kabupaten Lombok Barat.

Kepastian dukungan tersebut diperoleh kedua pasangan bakal calon bupati/wakil bupati itu ketika menerima surat keputusan (SK) persetujuan DPP PPP untuk mengusung paket yang diakronimkan "Zaitun" (Fauzan-Sumiatun).

SK tersebut diserahkan Ketua DPC PPP Lombok Barat H M Ruslan, di Lombok Barat, Rabu (13/9).

"Kalau Golkar memberikan dukungan kepada kami, maka dengan dua partai politik itu kami sudah aman," ucap Fauzan.

Meskipun demikian, bupati dari Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, ini mengaku tetap menjalin komunikasi dengan semua partai politik tempatnya mendaftar.

Namun ia belum berani mengklaim apakah partai politik tersebut memberikan dukungan atau tidak, meskipun dokumen pendaftaran sebagai bakal calon bupati sudah diserahkan jauh hari.

"Saya mendaftar ke semua partai politik yang membuka pendaftaran, supaya tidak menimbulkan kesan pilih kasih. Tapi, saya tidak berani mengklaim didukung. Biarkan pimpinan parpol yang bicara," ucapnya pula. (*)

Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar