Jumat, 20 Oktober 2017

Taman Gajah Lombok Destinasi Wisata Edukasi

id Taman Gajah
Taman Gajah Lombok Destinasi Wisata Edukasi
Pengelola Lombok Elephant Park foto bersama dengan Manajer Pool Lombok Taksi Amir Muslim (kiri tiga), di Lombok Utara, NTB, Sabtu (16/9). Pengunjung diberi potongan harga 15 persen dari harga tiket masuk jika datang menggunakan armada Lombok Taksi. (Foto ANTARA NTB/Awaludin)
Lombok Utara (Antara NTB) - Keberadaan Lombok Elephant Park atau Taman Gajah Lombok di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, tidak hanya ramai dikunjungi para wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para pelajar.

"Taman gajah ini mulai ramai dikunjungi oleh anak-anak sekolah secara rombongan," kata Presiden Direktur PT Lombok Elephant Park Ketut Suardika di Lombok Utara, Sabtu.

Lombok Elephant Park, kata dia, dibangun dengan dana investasi mencapai Rp30 miliar. Proses pembangunan dimulai sejak lima tahun lalu, namun mulai beroperasi secara resmi pada April 2017.

Jumlah gajah yang menjadi maskot taman satwa yang berada di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Pemenang itu, empat ekor.

Selain gajah, ada juga satwa lain yang menjadi koleksi, seperti dua orangutan bernama Fallen berusia berumur 11 tahun dan Tessy umur 19 tahun. Ada juga dua ekor beruang madu dengan nama Berry dan Jono, masing-masing berusia dua tahun.

Satwa lain yang bisa dilihat para pengunjung adalah dua ekor ular pyton, masing-masing dengan berat 30 kilogram dan lima kilogram. Binatang tersebut sudah tergolong jinak sehingga bisa dipegang oleh pengunjung, namun didampingi pemandu.

Lombok Elephant Park juga mengoleksi buaya laut, iguana, kera hitam enam ekor, bekantan, kambing Afrika, kuda nil afrika, kijang afrika, landak, rusa timor khas NTB.

Koleksi terbanyak adalah burung, terutama jenis kakatua yang sudah jinak meskipun dilepasliarkan di taman tersebut.

"Jumlah koleksi satwa sebanyak 140 ekor dari 40 jenis satwa. Ke depan koleksi akan terus ditambah, termasuk gajah akan didatangkan dua ekor lagi dan ular anaconda," ujarnya.

Dia mengatakan tingkat kunjungan wisatawan rata-rata setiap bulan mencapai 1.000 orang. Namun, pada momentum-momentum tertentu bisa mencapai 500-600 orang per hari, terutama pada libur Idul Fitri.

Penglola Lombok Elephant Park menarik tiket masuk untuk warga NTB Rp75 ribu/orang, sedangkan pengunjung dari luar NTB Rp100 ribu/orang dan wisatawan asing Rp200 ribu/orang.

Tiket masuk tersebut untuk biaya operasional dan gaji karyawan yang totalnya mencapai Rp400 juta per bulan.

"Dari 75 orang tenaga kerja yang ada, 90 persen orang lokal yang sudah kami didik. Ada yang menjadi pawang gajah, petugas restoran dan mengurusi taman sekaligus memberi makan satwa," ucapnya.

Pihaknya terus melakukan promosi agar tingkat kunjungan meningkat, salah satunya melalui kemitraan dengan Lombok Taksi (Blue Bird Group).

Perusahaan moda transportasi darat nasional itu, membantu memasarkan keberadaan Lombok Elephant Park kepada para penumpangnya melalui brosur, "e-mail blast" atau surat elektronik menggunakan media internet, dan melalui aplikasi "My Blue Bird" (MyBB).

Para penumpang Lombok Taksi mendapatkan diskon 15 persen jika berkunjung menggunakan armada perusahaan tersebut.

Suadika berharap, melalui kemitraan tersebut Taman Gajah Lombok akan semakin dikenal di tingkat lokal, nasional, hingga internasional, sehingga angka pengunjung terus meningkat setiap tahun.

Dengan begitu, katanya, akan berimbas pada perekonomian masyarakat di daerah.

"Yang kami incar juga adalah wisatawan di Gili Trawangan. Jadi harapanya mereka bisa menikmati destinasi wisata baru di daratan dan tidak hanya diam di pulau wisata itu," katanya.

Manajer Pool Lombok Taksi Amir Muslim mengatakan keterlibatan dalam mempromosikan Lombok Elephan Park sebagai bentuk komitmen Blue Bird Group dalam mendukung berkembangnya destinasi wisata di NTB, khususnya Pulau Lombok dan membantu memajukan pelaku usaha lokal. (*)

Editor: Awaludin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga