ITDC Siapkan Lahan Relokasi UMKM di Mandalika

id KEK MANDALIKA

Sejumlah pedagang asongan menawarkan barang dagangannya kepada para wisatawan yang berkunjung di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. (Foto ANTARA NTB/Awaludin)

"Investor sudah ingin segera membangun fasilitas bisnis di lahan yang ditempati UMKM saat ini"
Lombok Tengah (Antara NTB) - Perseroan Terbatas Indonesia Tourism Development Corporation menyiapkan lahan seluas 1,3 hektare sebagai tempat relokasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

General Affair Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) I Gusti Lanang Bratasuta di Mandalika, Selasa, mengatakan relokasi harus dilakukan karena para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) saat ini masih menempati tanah yang akan menjadi lokasi pembangunan oleh investor.

"Ada sekitar 80 pelaku UMKM yang masih berjualan di lokasi tersebut. Padahal investor sudah ingin segera membangun fasilitas bisnis di tempat tersebut," katanya.

Menurut dia, salah satu kendala dalam proses pengembangan KEK Mandalika adalah keberadaan pelaku UMKM yang menempati lahan lokasi investasi. Di samping keberadaan pedagang asongan.

Pihaknya terus memberikan pemahaman dan edukasi secara bertahap agar mereka mau direlokasi ke tempat yang sudah disiapkan.

Lahan yang sudah disiapkan, kata dia, tergolong strategis, yakni di samping Masjid Mandalika yang dibangun oleh ITDC.

Tempat relokasi UMKM yang dilengkapi dengan lapak untuk berjualan tersebut juga menjadi tempat parkir bus-bus yang membawa para wisatawan sehingga akan memudahkan mereka untuk berbelanja.

"Jadi nanti bus-bus wisatawan tidak boleh masuk ke kawasan pantai. Harus parkir di tempat yang disediakan. Jadi memudahkan mereka kalau mau berbelanja souvenir atau kuliner," ujar Bratasutas didampingi Deputi Project Director ITDC Adi Sujono Prawoto.

Selain merelokasi ke tempat yang nyaman, ITDC juga berkomitmen membantu para pelaku UMKM dari sisi permodalan. Sebab, rata-rata masih dihadapkan pada persoalan permodalan.

Bratasuta menambahkan fasilitasi dilakukan dengan menghubungkan para pelaku UMKM dengan perbankan, khususnya bank yang berada di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

"Kami juga punya Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), di mana fokusnya pada upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat lingkar KEK Mandalika," ucapnya. (*)

Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar