Disnaker Mataram tindak lanjuti temuan adanya pekerja di bawah umur

id pekerja di bawah umur,disnaker mataram

Disnaker Mataram tindak lanjuti temuan adanya pekerja di bawah umur

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram H Rudi Suryawan. ANTARA/Nirkomala

Mataram (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menindaklanjuti temuan pekerja di bawah umur sebagai upaya perlindungan dan pencegahan pekerjaan berusia di bawah 18 tahun.

"Dalam waktu dekat ini kami segera berkoordinasi dengan dinas/instansi terkait sekaligus antisipasi adanya kasus serupa," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram H Rudi Suryawan di Mataram, Senin.

Hal itu sebagai tindak lanjut dari permintaan Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram agar Disnaker melakukan pengawasan lebih maksimal terhadap indikasi pekerja di bawah umur, setelah adanya seorang pemandu karaoke atau LC (ladies companion) yang merupakan anak di bawah umur terjaring razia kepolisian setempat di sebuah kafe remang-remang di seputar Kota Mataram beberapa pekan lalu.

Baca juga: Polda NTB melimpahkan tersangka perekrut pekerja migran di bawah umur

Menurut Rudi, secara aturan mempekerjakan anak di bawah umur melanggar Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang sudah memberikan kerangka hukum baru mengenai pekerjaan yang dilakukan anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Terkait dengan itu, untuk mencegah terjadinya hal serupa pihaknya segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait seperti DP3A, Satpol PP, termasuk Dinas Perizinan dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

"Kami bersama tim tersebut akan turun menindaklanjuti tempat terjaring pekerja di bawah umur itu. Jika terbukti ada hal yang dilanggar, tentu kita berikan sanksi sesuai ketentuan berlaku," katanya.

Untuk pemberian sanksi, katanya, diberikan sesuai dengan tahapan mulai dari peringatan, teguran, dan tindakan seperti penutupan sementara tempat usaha mereka.

"Sanksi terberat bisa sampai penutupan tempat usaha, jika memang tidak mengindahkan regulasi yang berlaku," katanya.

Baca juga: Polda NTB ungkap kasus pengiriman pekerja migran di bawah umur

Di sisi lain, lanjutnya, dengan adanya temuan kasus ini Disnaker akan lebih aktif melakukan pengawasan terhadap perusahaan.

Diakuinya, dalam kegiatan pengawasan pekerja ke sejumlah perusahaan rata-rata sudah mempekerjakan pekerja sesuai dengan batas minimal usia dan itu jelas disebutkan ketika baru membuka usaha.

"Laporan yang kami terima juga menyebutkan rata-rata pekerja di Mataram sesuai dengan batas usia yang ditetapkan," katanya.

Kalaupun ada ditemukan kasus pekerja di bawah umur saat ini, kemungkinan itu karena tempat dia bekerja tidak resmi. "Anak yang terjaring ini kan di kafe remang-remang, yang mungkin tidak berizin," katanya.

Kendati demikian, lanjut Rudi, hal ini menjadi catatan dan evaluasi bagi Disnaker untuk melakukan pengawasan pekerja lebih maksimal dengan segala keterbatasan petugas.

Untuk itu, lanjutnya, dalam pengawasan ini diperlukan juga peran serta masyarakat dan pekerja agar melaporkan jika ada melihat atau menemukan pekerja di bawah umur atau pelanggaran-pelanggaran lainnya.

"Laporan itu jadi acuan kami untuk turun tindaklanjuti. Identitas pelapor tentu kita rahasiakan," katanya.