Gubernur: Pembentukan Bank NTB Syariah Mewujudkan Ekonomi Berkeadilan

id Bank NTB

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi memberikan pemaparan pada sosialisasi perubahan kegiatan usaha Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah, di Islamic Center Kota Mataram, Rabu (15/11). (ANTARA NTB/Awaludin)

"Konversi Bank NTB dari konvensional menjadi syariah bukan sekedar bertransformasi, melainkan untuk membawa perubahan positif dari aspek meningkatkan keadilan"
Mataram (Antara NTB) - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi mengatakan pembentukan Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah untuk mewujudkan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

"Konversi Bank NTB dari konvensional menjadi syariah bukan sekedar bertransformasi, melainkan untuk membawa perubahan positif dari aspek meningkatkan keadilan, kebersamaan, dan kesejahteraan masyarakat," kata gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini di Mataram, Rabu.

Hal itu dikatakan ketika menjadi pembicara pada sosialisasi perubahan kegiatan usaha Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah, yang digelar di aula Islamic Center Kota Mataram. Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 250 peserta yang berasal dari kalangan nasabah se-Pulau Lombok.

Bank NTB juga menghadirkan dua pakar perbankan syariah sebagai nara sumber, yakni Dr Muhammad Syafii Antonio, M.Ec, dan Yuslam Fauzi.

Menurut TGB, konversi menjadi Bank NTB Syariah merupakan kesepakatan bersama seluruh pemegang saham, yakni gubernur dan 10 bupati serta wali kota se-NTB, melalui keputusan bersama Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 31 Oktober 2016.

Pembentukan Bank NTB Syariah juga sudah mendapat persetujuan dari para wakil rakyat yang duduk di DPRD NTB, meskipun melalui perdebatan panjang.

Alumnni Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, ini juga berkeyakinan bahwa konversi Bank NTB dari bisnis konvensional ke pola syariah memiliki prospektif yang cerah, baik dari sisi ekonomi maupun kenyamanan nasabah.

Sebab, upaya menuju perbankan syariah dilatarbelakangi nilai-nilai yang tumbuh di masyarakat NTB yang dikenal religius.

"NTB dikenal sebagai salah satu daerah yang kental dengan nilai-nilai ke-Islaman, mengingat mayoritas penduduk NTB beragama Islam," ujarnya.

TGB juga mengajak seluruh warganya untuk tidak lagi bicara tentang harapan, namun harus memiliki keyakinan bahwa konversi tersebut bisa dipertanggungjawabkan dari seluruh aspeknya.

Ia juga berharap seluruh nasabah Bank NTB tetap berkomitmen membangun bank daerah tersebut dengan tetap menyimpan dananya, meskipun sudah berubah status menjadi perbankan syariah.

"Dana bapak-bapak, ibu-ibu tetap di Bank NTB, insya Allah kemanfaatan duniawinya tidak akan berkurang, keuntungannya tidak akan berkurang, bahkan insya Allah akan lebih besar lagi dan pada saat yang sama bapak/ibu sudah ikut berkontribusi meningkatkan keadilan dan kesejahteraan bersama," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank NTB H Komari Subakir, mengatakan pemegang saham menargetkan konversi Bank NTB konvensional menjadi perbankan syariah rampung pada Agustus 2018.

Saat ini, Bank NTB memiliki aset senilai Rp10,02 triliun, modal inti sebesar Rp1,23 triliun dan mengelola dana pihak ketiga berupa giro senilai Rp2,4 triliun, tabungan Rp1,4 triliun dan deposito sebesar Rp4,3 triliun.  (*)

Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar