enam korban penjualan orang di Turki dipulangkan

id Perdagangan orang,Tppo turki,Human trafficking,Polda ntb

Tiga korban TPPO Turki memindahkan barang ke dalam bus yang akan mengantarkannya pulang ke Dompu, di Mapolda NTB, Kamis, (22/2). (Foto antaranews NTB/Ist)

Bagaimana pun juga, suasana psikologis korban akan lebih baik, ketika bertemu dengan keluarganya masing-masing, makanya kami pulangkan
Mataram, (Antaranews NTB) - Enam korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Turki, akhirnya dipulangkan oleh penyidik Subbid IV Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, ke pihak keluarganya.

"Bagaimana pun juga, suasana psikologis korban akan lebih baik, ketika bertemu dengan keluarganya masing-masing, makanya kami pulangkan," kata Kasubbid IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati di Mataram, Kamis.

Meskipun dipulangkan dan dapat kembali berkumpul dengan pihak keluarga, ke enam korban diminta untuk tetap kooperatif kepada penyidik, jika sewaktu-waktu keterangannya dibutuhkan untuk melengkapi proses penyidikannya.

"Kami sudah tekankan kepada korban untuk tetap kooperatif, artinya tetap berkomunikasi dengan pihak penyidik. Karena masih banyak keterangan yang kami butuhkan untuk klarifikasi dalam mengungkap perkara ini," ujarnya.

Dari enam korban yang dipulangkan ke pihak keluarga, salah satu diantaranya dengan inisial SAK (21), perempuan lulusan sarjana kebidanan, pulang ke rumahnya di wilayah Kota Mataram.

Sedangkan untuk lima korban lainnya, yakni SY (21), SK (19), LK (19), SR (21), dan JU (21), perempuan lulusan sarjana keperawatan di Makassar, dipulangkan menggunakan bus antarkota ke Kabupaten Dompu dengan pengawalan penyidik.

Sejak tiba di NTB pada 25 Januari 2018, ke enam korban sudah hampir genap sebulan lamanya ditempatkan di lokasi penampungan yang ada di wilayah Kota Mataram.

Selama ditempatkan di lokasi penampungan, ke enam korban telah mendapatkan serangkaian pendampingan dari sejumlah stakeholder yang menangani persoalan perempuan.

Dalam proses penyidikannya, penyidik telah menetapkan dan menahan dua tersangka, dengan inisial SU (40) asal Dompu dan UA (42) asal Bima domisili Jakarta.

Untuk peran masing-masing tersangka, diketahui bahwa SU dibantu UA dari Jakarta, merekrut dengan modus menjanjikan gaji besar tanpa adanya potongan untuk bekerja di Turki.

Karena peran tersebut, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 10 atau Pasal 11 Juncto Pasal 4 Undang-Undang RI Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).(*)
Pewarta :
Editor: Dimas
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar