BNNP NTB gagalkan peredaran 20 kilogram ganja

id BNNP NTB GAGALKAN

Tim BNNP NTB menunjukkan 20 kilogram ganja dalam empat kemasan plastik yang dikirim dari Sumatera Utara dan akan diedarkan ke beberapa kabupaten/kota oleh HW (40), yang ditetapkan sebagai tersangka pemilik narkoba tersebut. (Foto Antaranews NTB/Awalu

Kami menangkap pelaku di parkiran kantor perusahaan pengiriman barang beberapa saat setelah pelaku mengambil paket tersebut
Mataram (Antaranews NTB) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat berhasil menggagalkan peredaran sebanyak 20 kilogram ganja kering ke sejumlah kabupaten/kota oleh seorang pelaku berinisial HW (40).

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP NTB Denny Priadi, di Mataram, Sabtu, mengatakan pelaku yang sudah berstatus tersangka berhasil diringkus setelah mengambil ganja tersebut di perusahaan pengiriman barang di Kota Mataram, pada Kamis (1/3), sekitar pukul 19.30 WITA.

"Kami menangkap pelaku di parkiran kantor perusahaan pengiriman barang beberapa saat setelah pelaku mengambil paket tersebut," katanya.

Ganja seberat 20 kg yang berhasil diamankan dikemas dalam dua kardus terbungkus karung warna putih. Di dalamnya terdapat tumpukan kotak sepatu baru yang menutupi ganja dalam kemasan plastik.

Ada empat kemasan ganja dengan ukuran berat berbeda-beda, yakni kemasan dengan berat 4,95 kg, berat 4,84 kg, berat 4,71 kg, dan 4,79 kg. Total nilainya mencapai Rp160 juta karena pelaku akan menjualnya dengan harga Rp8 juta/kg.

Selain ganja, petugas BNNP NTB juga mengamankan barang bukti lain berupa satu unit mobil avanza warna silver dan satu unit telepon genggam.

Lebih lanjut, Denny mengatakan paket kiriman ganja dengan modus pengiriman sepatu baru melalui perusahaan ekspedisi tersebut dikirim dari Sumatera Utara pada 27 Februari 2018.

Identitas penerima paket kiriman tersebut berinisial HW, yang beralamat di Jl TGH Lalu Faesal Nomor 28 Kampung Perbawa, Kelurahan Tiwu Galih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

"Pelaku juga mengaku tinggal di Desa Danger, Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Informasinya dia sudah pindah sejak dua bulan lalu," ujarnya.

Dari keterangan HW, kata dia, ganja siap konsumsi seberat 20 kg tersebut akan dikirim ke sejumlah pemesan yang ada di NTB, termasuk di tempat wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara.

Oleh sebab itu, pihaknya akan mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui siapa-siapa pemesannya.

BNNP NTB juga sudah berkoordinasi dengan BNNP Sumatera Utara untuk melakukan penyelidikan terhadap pemilik puluhan kilogram ganja tersebut. Pasalnya, identitas dan nomor rekening bank yang akan dipakai pelaku untuk mentransfer uang hasil penjualan sudah diketahui.

"Kami juga meminta keterangan petugas di perusahaan pengiriman barang untuk mendapatkan informasi lebih detail," kata Denny.

Terkait dengan ancaman hukuman, pelaku disangkakan pasal 114 ayat (2), atau pasal 111 ayat (2) atau pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Pelaku yang mengaku berprofesi wiraswasta terancam hukuman 12 tahun penjara atau maksimal hukuman mati. Sebab, selain diduga sebagai pengedar narkoba, HW juga positif sebagai pengguna berdasarkan hasil tes urine. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar