Mataram, 6/1 (ANTARA) - Inflasi gabungan Kota Mataram dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) 2008 (Januari-Desember) sebesar 13,29 persen.

   Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Maryadi Mardian di Mataram, mengatakan inflasi gabungan dari tahun ke tahun (Desember 2008 terhadap Desember 2007) juga sebesar 13,29 persen.

   Ia mengatakan inflasi gabungan Kota Mataram dan Kota Bima pada periode Desember 2008 tercatat 0,59 persen.

   Dari 66 kota yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat 39 kota mengalami inflasi, dan 27 kota deflasi.

   Inflasi terbesar terjadi di Kota Tarakan sebesar 1,68 persen dan terkecil di Kota Ternate 0,02 persen.

   Sedangkan deflkasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 1,84 persen, dan terendah di Kota Pekanbaru 0,03 persen.

   Inflasi gabungan di Kota Mataram dan Kota Bima pada Desember 2008 yang mencapai 0,59 persen terjadi karena kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 1,14 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,95 persen.    
Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrk, gas dan bahan bakar sebesar 2,28 persen, kelompok sandang 1,65 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi serta olahraga sebesar 0,13 persen.

   Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah transpor, kemunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,09 persen.

   Untuk wilayah Bali dan NTB yang mengalami inflasi adalah Kota Kupang sebesar 1,11 persen, Kota Mataram 0,64 persen, Kota Bima 0,39 persen, Kota Denpasar 0,28 persen.

   Sedangkan Kota Maumere mengalami deflasi sebesar 1,53 persen.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026