BPJS Ketenagakerjaan imbau warga NTB mewaspadai sms penipuan

id BPJS Ketenagakerjaan,Waspadai penipuan

.

Kami mengimbau masyarakat harus terus waspada
Mataram (Antaranews NTB) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Nusa Tenggara Barat mengimbau warga untuk mewaspadai upaya penipuan oleh oknum tak dikenal melalui pesan singkat telepon selular atau SMS.

"Kami mengimbau agar waspada terhadap aksi penipuan dengan cara mengirim pesan singkat telepon selular (SMS) mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan," kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang NTB Sony Suharsono.

Menurutnya, informasi yang beredar bahwa ada modus penipuan yang dijalankan kelompok atau sindikat tertentu untuk meraup keuntungan, di antaranya modus memanfaatkan program pemerintah yang dilaksanakan oleh kementerian dan lembaga negara.

Salah satunya adalah modus SMS yang dikirim melalui nomor pribadi yang menerangkan bahwa penerima SMS tersebut mendapat iming-iming dana bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan dengan jumlah nilai uang yang relatif besar.

"Kami banyak mendapat pertanyaan dari masyarakat dan peserta terkait SMS tersebut dan sudah dijelaskan bahwa hal tersebut terindikasi tindakan kriminal," ujarnya.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri, kata dia, agak kesulitan untuk membendung tindakan kriminal penipuan semacam itu.

"Namun dipastikan bahwa sampai sekarang, kami tidak pernah menyelenggarakan pemberian dana cuma-cuma atau undian dan sejenisnya kepada masyarakat," ucapnya.

Dalam menyampaikan segala informasi untuk masyarakat pekerja, baik mengenai program, layanan, produk, ataupun promosi kerja sama dengan pihak lain, BPJS Ketenagakerjaan selalu menggunakan mekanisme pemberitahuan resmi melalui kanal resmi.

Untuk memastikan kebenaran informasi apapun terkait BPJS Ketenagakerjaan, masyarakat dapat mengonfirmasi melalui kanal-kanal resmi, seperti kantor cabang, portal (website), sosial media atau menghubungi "call center" 1500910.

Sony juga memastikan pihaknya terus memantau "website", sosial media yang terindikasi melakukan praktik penipuan berdasarkan laporan yang masuk.

BPJS Ketenagakerjaan akan berkoordinasi dengan kementerian terkait, agar dilakukan pemblokiran terhadap "website-website" penipuan tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat harus terus waspada. Jangan mudah tertipu oleh semua bentuk penawaran yang mengatasnamakan institusi BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi terdapat permintaan yang mengarahkan peserta untuk membayar sejumlah biaya dalam nominal tertentu, maka dapat dipastikan hal tersebut bermotif penipuan," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar