Polres Lombok Utara tangkap dua pengedar sabu-sabu

id Polres klu,Kasus narkoba,Pengedar sabu,Uu narkotika

Ilustrasi sabu-sabu (Foto Antaranews/ Ist)

24 poket seberat 9,5 gram kita temukan dari SY dan 2,8 gram sebanyak 6 poket dari SA. Semuanya kita temukan dari penggeledahan badan
 Mataram, (Antaranews NTB) - Kepolisian Resor Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menangkap dua pria yang diduga berperan sebagai pengedar narkotika jenis sabu-sabu.

 Kasat Narkoba Polres Lombok Utara Iptu Remanto yang dihubungi dari Mataram, Senin, mengatakan, dua pria yang diduga berperan sebagai pengedar sabu-sabu ini berinisial SY (45) dan SA (39).

 "Penangkapan dilakukan di salah satu rumah pelaku, SY," kata Remanto.

 Keduanya diamankan dari hasil penyelidikan anggota kepolisian. Menurut informasi awal, rumah SY menjadi salah satu tempat transaksi narkoba.

 "Berangkat dari hasil penyelidikan lapangan, kami kemudian melakukan penggerebekan," ujarnya.

 Dari aksi penggerebekannya di rumah SY yang beralamat di Dusun Karang Subagan, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, polisi menemukan dan mengamankan kedua pelaku beserta barang bukti yang diduga sabu-sabu.

 Aksi penangkapan yang dilaksanakan pada Jumat (6/7) sore, pihak kepolisian menemukan serbuk kristal putih yang sudah dipaketkan ke dalam 30 poket plastik kecil. Dari hasil pemeriksaannya, berat sabu-sabu mencapai 12,3 gram.

 "24 poket seberat 9,5 gram kita temukan dari SY dan 2,8 gram sebanyak 6 poket dari SA. Semuanya kita temukan dari penggeledahan badan," ucapnya.

 Selain menemukan barang yang diduga sabu-sabu, pihak kepolisian turut mengamankan uang tunai yang diduga hasil transaksi penjualan SY mencapai Rp1,2 juta.

 "Telefon genggam juga kita amankan dari kedua pelaku. Ini untuk menelusuri jaringannya," kata Remanto.

 Kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Lombok Utara. Untuk pemeriksaannya dikatakan masih berlanjut.

 "Pemeriksaan masih kita lanjutkan untuk pendalaman di lapangan," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Dimas
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar