Gubernur NTB kembali mutasi tiga pejabat

id Gubernur NTB

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah (kiri) melantik Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Daerah (TGP2D) di Kantor Gubernur NTB, Jumat (19/10). (Antaranews NTB/Ist)

Mataram (Antaranews NTB) - Gubernur Nusa Tenggara Barat(NTB), H Zulkieflimansyah untuk kali kedua kembali melakukan mutasi pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi(Pemprov) setempat, Jumat.

Ketiga pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya oleh Gubernur itu, merupakan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Daerah (TGP2D) yang dibentuk pada era kepemimpinan Gubernur NTB sebelumnya TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB).

Mereka antara lain, T Wismaningsih Drajadiah sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial Kemasyarakatan. Andi Pramaria sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Aparatur, Politik, Hukum, dan Pelayanan Publik serta M Azhar sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur, dan Pembangunan.

Gubernur menyatakan, pelantikan tiga pejabat itu, untuk mengisi jabatan yang kosong dan penyegaran organisasi.

"Saya sendiri tidak menyangka akan melantik bapak/ibu. Inilah hidup. Ada tangan Tuhan yang ikut campur di dalamnya," ujarnya.

Doktor Zul sapaan akrab Gubernur NTB dalam sambutannya, juga menyinggung terkait keberadaan Andi Pramaria yang dilantik kembali menjadi pejabat meski tersandung masalah di Kejaksaan Tinggi NTB.

"Prosesnya gak mulus, karena ada Andi Pramaria yang ada masalah. Kami sudah konsultasi dengan Kejaksaan Tinggi, dan diperbolehkan. Jalan saja. Kemendagri juga oke, Asisten Agus Patria dan Kejaksaan juga oke," jelasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, orang nomor satu di NTB ini, berpesan kepada semua pihak untuk tidak mempersoalkannya.

"Jangan sampai ada masalah kecil, kemudian menyebabkan permusuhan hingga tujuh turunan," ujar Doktor Zul.

Ia juga mengatakan telah memiliki rencana kedepan untuk jabatan staf ahli. Termasuk, dengan TGP2D yang dibentuk pada era kepemimpinan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi.

"Jangan dibuat kurang berfungsi. Acara banyak sekali. Gak mungkin kami dan ibu Rohmi mengurus semua. Khusus TGP2D, akan saya maksimalkan perannya. Jadi bukan seperti tim Gubernur pensiun dini. Nanti diisi anak-anak muda kita yang nantinya kedepan akan menjadi Kepala Dinas," katanya.

Meski demikian, Doktor Zul menambahkan, apabila selama di tim tidak berkinerja baik, pihaknya tidak akan segan-segan memutasi. Karena bagaimanapun, kata Doktor Zul, organisasi ini harus terus dinamis.

"Jangan saling curiga, bahwa titipan ini itu. Jangan ada lagi. Jadi bukan karena perasaan apa-apa. TGP2D harus jadi ruang. Gak boleh lagi ada titipan ini. Mudah-mudahan dengan proses transparan, Allah memudahkan kita," tandas Zulkieflimansyah.

Sebelumnya, pada Rabu (17/10) 2018. Gubernur NTB Zulkieflimansyah bersama wakilnya Hj Sitti Rohmi Djalilah melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama lingkungan Pemprov NTB

Keempat pejabat itu, yakni dr Nurhandini Eka Dewi Staf Ahli Bidang Sosial Kemasyarakatan, yang mengisi kembali posisi sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Drs Imhal Asisten Administrasi dan Umum yang dipercaya sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Manggaukang Raba Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan Infrastruktur dan Pembangunan mengisi posisi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip.

Selanjutnya, Hj Hartina Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Aparatur Politik, Hukum dan Layanan Publik, menggantikan posisi Drs Imhal sebagai Assisten Administrasi Umum.


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar