Wali kota menilai "passing grade" CPNS tinggi

id CPNS

Ilustrasi CPNS (1) (1/)

Mataram (Antaranews NTB) - Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menilai penetapan "passing grade" dalam tes calon pengawai negeri sipil yang menggunakan sistem computer assisted test (CAT) untuk peserta umum sebesar 298, cukup tinggi.

"Namun kita berharap semua formasi yang diberikan kepada Kota Mataram sebanyak 262 bisa terisi," katanya di sela memantau pelaksanaan tes calon pengawai negeri sipil (CPNS) yang dilaksanakan di Grand Imperial Ballroom di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Oleh karena itu, lanjut wali kota yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito, Asisten III, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM serta sejumlah jajaran terkait lainnya, dirinya akan terus memantauan perkembangan harapan untuk pemenuhan formasi tersebut.

Apabila ke depan harapan itu tidak bisa terpenuhi atau peserta yang memenuhi "passing grade" tidak bisa memenuhi formasi yang ada, kata dia, pemerintah kota akan bersurat ke pemerintah pusat agar dapat menurunkan "passing grade" atau ambang batas kelulusan.

"Jika hasilnya terlalu jauh untuk memenuhi formasi, kita akan bersurat kepada pemerintah pusat agar bisa `passing grade` diturunkan, meskipun kebijakan sepenuhnya ada di pemerintah tapi kita akan usahakan itu," katanya.

Hal itu akan dilakukan pemerintah kota untuk memenuhi kebutuhan tenaga aparatur sipil negara (ASN) di Kota Mataram.

Pasalnya apabila dalam kegiatan tes CPNS, sebanyak 6.777 peserta tes tidak dapat memenuhi formasi yang disiapkan maka apa yang diharapkan dalam rangka peningkatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat tidak bisa maksimal.

"Seperti di Kota Mataram,? membutuhkan tenaga guru dan kesehatan yang banyak serta tenaga teknis lain untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD)," ujarnya.

Lebih jauh wali kota menilai, dari hasil pantauannya pada hari kedua pelaksanaan tes CPNS, proses berjalan dengan tertib dan lancar. Meskipun ada beberapa tidak hadir dan dinyatakan gugur.

"Lokasi tempat tes cukup representatif dan? yang ikut tes ini Alhamdulillah sudah menguasai komputer sehingga tidak menjadi kesulitan," katanya.

Dalam kegiatan pemantauan tes CPNS tersebut, wali kota diperkenankan masuk ke ruang tes selama beberapa menit. Selanjutnya memantau langsung hasil tes semua peserta melalui layar yang telah disedikan di luar ruangan tes.

Sementara Kepala BKPSM Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati menambahkan, untuk bisa lulus dalam seleksi CPNS, peserta harus memenuhi ambang batas kelulusan untuk setiap jenis tes.

Meliputi untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) minimal 75, tes intelegensi umum (TIU) 80, dan tes karakristik pribadi minimal 143 sehigga totalnya sebanyak 298.

Kegiatan tes CPNS hari ini, tambahnya, merupakan hari kedua, karena peserta Kota Mataram sudah mulai tes pada Rabu (7/11), namun hanya satu sesi. Di sesi pertama, dari 460 peserta diikuti oleh 440 orang, artinya ada 20 orang yang tidak hadir dan secara otomatis dinyatakan gugur.

"Kegiatan tes akan berlangsung sampai tanggal 10 November, dalam sehari dilakukan sebanyak lima sesi dan satu sesi diikuti 460 peserta," katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar