Kurang dua poin peserta tes CPNS menangis

id tes CPNS

Arsip: Soal tes ujian CPNS (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah) (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/)

karena nilainya kurang dua poin sedangkan nilai pada tes lainnya hampir dua kali lipat
Mataram (Antaranews NTB) - Seorang peserta tes calon pegawai negeri sipil Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangis ketika keluar dari ruang tes karena nilainya kurang dua poin untuk bisa lulus "passing grade".

Muhammad Rosyidi, pelamar untuk formasi perawat terampil ini terlihat meraung-raung menangis begitu keluar dari ruang tes CPNS yang menggunakan sistem computer assisted test (CAT) Grand Imperial Ballroom di Mataram, Kamis.

Saat dikonfirmasi, tangisannya itu ternyata dipicu karena penyesalannya yang tidak bisa lulus "passing grade" hanya karena nilainya kurang dua poin sedangkan nilai pada tes lainnya hampir dua kali lipat.

"Saya hanya kurang dinilai tes karakristik pribadi dengan nilai 141, sementara `passig grade` 143. Sedangkan untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) minimal 75, saya mendapat nilai 120 dan tes intelegensi umum (TIU) berhasil dapat 105 dari target nilai tertinggi 80," katanya.

Tangisan kekecewaan yang dihadapi laki-laki kelahiran 1995 ini dianggap wajar oleh sejumlah rekan-rekannya yang mencoba untuk menghibur Rosyidi, karena dari ratusan peserta tes CPNS pada sesi pertama hari ini, hanya ada beberapa saja yang berhasil lolos "passing grade".

Terkait dengan itu, Rosyidi berharap ada kebijakan pemerintah untuk menurunkan "passing grade" seperti tahun lalu yang hanya 128, karena dengan tingkat kesulitan yang berbeda, pemerintah menaikkan "passing grade" sehingga nilai pesertapun turun dan kemungkinan lulus sangat kecil.

"Yang lebih konyolnya lagi jika kekurangan 2 poin jadi patokan, apalagi di TKP, sebab kepribadian sifatnya subjektif tidak bisa dinilai. Kita memiliki sudat pandang berbeda yang dipengaruhi banyak faktor termasuk budaya," katanya.

Karena itu, Rosyidi akan merasa adil ketika tingkat kelulusan CPNS nantinya ditetapkan berdasarkan perangkingan.

"Jika dari sisi perangkingan, saya rasa dengan nilai yang saya peroleh sudah cukup untuk lulus CPNS," katanya.

Berbeda dengan Rosyidi, Monalisa Islam yang juga baru keluar dari ruang tes sempat menangis dengan mata berkaca-kaca karena merasa terharu sekaligus bahagia bisa lulus "passing grade".

Monalisa berhasil mendapatkan nilai di atas "passing grade" yang ditetapkan untuk masing-masing jenis tes. Dengan rincian untuk TWK dan TIU dia mendapat nilai 90, dan TKP 146.

"Alhamdulillah, saya lulus dan semoga juga lancar untuk tahapan-tahapan berikutnya," kata honorer 8 tahun di Rumah Sakit Umum Praya Lombok Tengah ini.

Monalisa yang juga mengikuti tes untuk formasi perawat terampil ini memilih ikut tes di Kota Mataram karena Kabupaten Lombok Tengah tidak membuka formasi untuk perawat.

"Pesan saja kepada yang belum tes, rajin-rajin belajar dan berdoa," ujar perempuan kelahiran Sengkol, 26 Oktober 1989.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar