APTI bantu petani Lombok rehabilitasi rumah produksi

id Petani tembakau,APTI NTB,Oven Tembakau,Lombok

Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno (kanan), menyaksikan penyerahan bantuan dana perbaikan oven tembakau oleh Ketua DPD APTI NTB Sahminuddi, kepada perwakilan petani di Desa Semaya, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, NTB. (Foto Antaranews NTB/Awaludin)

Terdapat 200 unit oven tembakau yang rusak akibat gempa bumi dan tersebar di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah
Lombok Timur (Antaranews NTB) - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menggalang dana bagi anggotanya di Lombok untuk merehabilitasi rumah produksi (oven) tembakau yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

"Terdapat 200 unit oven tembakau yang rusak akibat gempa bumi dan tersebar di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah," kata Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno, pada peringatan Hari Petani Tembakau Se-Dunia (World Tobacco Growers Day) 2018 di Desa Semaya, Kabupaten Lombok Timur, Rabu.

Pihaknya memberikan bantuan sebesar Rp250 juta melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APTI NTB, untuk merehabilitasi sebanyak 26 unit bangunan oven tembakau yang rusak akibat gempa.

Jumlah tersebut memang hanya 10 persen dari total 200 unit bangunan oven tembakau yang rusak di Pulau Lombok. Oleh sebab itu, Soeseno berharap kepada pemerintah daerah dan pihak lainnya untuk bisa memberikan bantuan.

"Makanya peringatan Hari Petani Tembakau Se-Dunia kami gelar di Lombok, tapi acaranya tidak hura-hura, melainkan dalam bentuk aksi kepedulian merehabilitasi bangunan oven tembakau milik petani," ujarnya.

Menurut dia, kerusakan ratusan rumah produksi tersebut menyebabkan terganggunya pasokan tembakau virginia untuk kebutuhan industri rokok.

Dari total 300 ribu ton pasokan tembakau virginia secara nasional, NTB berkontribusi sebesar 30 ribu ton. Namun, pasokan berkurang sebesar 10 persen karena pada saat gempa bumi terjadi, petani sedang melakukan proses panen dan pengolahan.

"Ketika gempa bumi terjadi, ada banyak oven yang rusak ketika sedang beroperasi, sehingga tembakau yang sudah dipanen ikut rusak. Hal itu yang menyebabkan penurunan pasokan untuk kebutuhan industri rokok nasional," ucapnya pula.

APTI, kata dia, memberikan perhatian besar terhadap usaha tani tembakau virginia yang banyak diusahakan di Kabupaten Lombok Timur. Pasalnya, minat masyarakat mengusahakan komoditas tersebut kemungkinan dipicu oleh besarnya insentif ekonomi yang diterima petani.

Potensi lahan tanam tembakau virginia di Pulau Lombok seluas 58.515 hektare yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Dengan luas lahan tersebut produksi tembakau virginia di NTB, mencapai 39.586,91 ton (Berdasarkan data angka sementara Badan Pusat Statistik 2016). 

"Peranan tembakau virginia Lombok sangat starategis, yaitu sebagai pemasok bahan baku Industri rokok nasional, selain Jawa Timur," kata Soeseno.

Sementara itu, Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah, mengapresiasi kepedulian APTI yang telah menginisiasi pemberian bantuan rehabilitasi rumah produksi milik petani tembakau di Kabupaten Lombok Timur.

Pemberian bantuan tersebut merupakan salah satu upaya membantu para petani tembakau untuk bangkit dan terus meningkatkan produksi tembakaunya demi mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan hidup keluarga petani dan buruh tembakau.

"Saya berharap agar bantuan yang diberikan oleh APTI dapat dimanfaatkan sesegera mungkin dan sebaik-baiknya, sehingga produksi tembakau dapat terus berjalan dan bisa memberikan dampak yang besar bagi petani tembakau di NTB," katanya. 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar