Bekfest 2018 positif bagi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia

id Bekfest,bekraf

Seorang pengrajin mempersiapkan gerabah yang akan dibakar di sentra kerajinan gerabah Desa Banyumulek, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, NTB. (1)

Bekraf Festival diharapkan dapat meningkatkan awareness masyarakat terhadap potensi ekonomi kreatif yang dimiliki
Mataram (Antaranews NTB) - Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia berharap Bekraf Festival (Bekfest) 2018 dapat membawa dampak positif bagi ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia

"Dengan diselenggarakannya Bekraf Festival di Surabaya, kami berharap masyarakat dapat lebih paham dan peduli terhadap perkembangan ekonomi kreatif di daerahnya dan terus konsisten dalam berkontribusi memajukan ekonomi kreatif di Indonesia. Bekraf juga berharap, penyelenggaraan Bekfest 2018 membawa dampak positif bagi ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia, akademisi, sektor bisnis, pemangku kepentingan ekonomi kreatif dan masyarakat luas bahkan menyentuh level pelajar dan mahasiswa," kata Kepala Bekraf Triawan Munaf dalam keterangan resmi yang diperoleh Antara, Jumat dini hari.

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa Bekraf Festival diharapkan dapat meningkatkan awareness masyarakat terhadap potensi ekonomi kreatif yang dimiliki. Acara ini juga memberi gambaran apa saja yang telah dilakukan Bekraf dalam mewujudkan Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif dunia ke depan.

Bekfest merupakan festival kinerja atau ajang bagi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk menyampaikan hasil capaian kinerjanya kepada masyarakat luas dalam membentuk ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) nasional. Selain itu, juga sebagai bentuk dukungan serta apresiasi kepada pelaku ekonomi kreatif yang telah ikut berkontribusi terhadap kemajuan ekraf Indonesia.

Menyusul kesuksesan tahun lalu, Bekfest tahun ini digelar di Kota Pahlawan dengan menyajikan 45 program unggulan Bekraf pada 15-17 November 2018. Jumlah kunjungan tahun ini pun ditarget mencapai 50 ribu orang.

Acara yang akan digelar selama tiga hari ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dalam hal ini Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia. Beberapa site menarik dihadirkan, diantaranya IKKON, Kreatifood, BIIMA, Hello Dangdut, Deureuham, Coding Mum, ORBIT, BISMA, FoodStartUpIndo, CREATE, Retas dan Kreatiorial, Archipelageek, Akatara, Docs by The Sea, Identities, Pameran Ekraf Produk Lokal , WCCE dan lainnya.

Acara tahunan ini dilaksanakan dengan konsep keliling di beberapa kota di Indonesia. Penentuan tempat pelaksanaan Bekfest merupakan penghargaan kepada daerah yang mendukung sepenuhnya kemajuan ekonomi kreatif.Tahun ini Kota Surabaya terpilih menjadi tuan rumah kedua pelaksanaan Bekfest, setelah Kota Bandung pada tahun lalu.

Pemilihan Surabaya sebagai lokasi pelaksanaan Bekfest karena berdasarkan survey Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016 menunjukkan Surabaya mempunyai jumlah usaha ekonomi kreatif dengan jaringan usaha tunggal terbesar di Indonesia dengan persentase mencapai 6,41%. Hasil pemetaan usaha/perusahaan ekonomi kreatif untuk 99 kota di Indonesia menunjukkan Surabaya menduduki urutan teratas dari lima besar kota dengan potensi usaha/perusahaan ekonomi kreatif.

Selain itu, pelaksanaan Bekfest kali ini juga bersamaan dengan Startup Nations Summit (SNS) 2018 yang dilaksanakan pada 14-18 November di lokasi yang sama. Acara yang diikuti 170 negara dinilai akan memberi dampak positif terhadap pelaksanaan Bekfest 2018 dan penguatan ekosistem ekraf nasional.

Dalam kesempatan ini, Bekraf juga melakukan tanda tangan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Pemkot Surabaya. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Bekraf Triawan Munaf dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. MoU ini sebagai landasan pelaksanaan berbagai program Bekraf dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya itu juga bersama Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik membuka Bekfest 2018 secara resmi pada Kamis malam.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar