Bupati Fauzan motivasi ribuan kader posyandu

id bupati lobar,fauzan khalid,kader posyandu,pemkab lobar

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid memberikan penghargaan dan hadiah kepada kader posyandu dalam kegiatan Jambore Kader Kesehatan 2018 di lapangan Suranadi, Kabupaten Lombok Barat, NTB. (Foto Antaranews NTB/Ist)

Prestasi jangan hanya buat kita bangga lalu statis. Tapi kita harus bangga, kemudian bersyukur dan harus ditindaklanjuti dengan berusaha lebih keras lagi demi masyarakat Lombok Barat yang sehat dan sejahtera
Lombok Barat, (Antaranews NTB) - Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid memotivasi ribuan kader pos pelayanan terpadu (posyandu) untuk meningkatkan kualitas pelayanan demi mewujudkan masyarakat yang sehat.

"Prestasi jangan hanya buat kita bangga lalu statis. Tapi kita harus bangga, kemudian bersyukur dan harus ditindaklanjuti dengan berusaha lebih keras lagi demi masyarakat Lombok Barat yang sehat dan sejahtera," kata Fauzan Khalid, ketika menghadiri Jambore Kader Kesehatan 2018, di Lombok Barat.

Sebagai ujung tombak, Fauzan berharap para kader dapat terus meningkatkan kualitas dan berinovasi untuk mewujudkan masyarakat Lombok Barat yang sehat. Pasalnya, persaingan dan kompetisi akan semakin kuat di masa mendatang.

Pemkab Lombok Barat juga terus mengembangkan berbagai inovasi mewujudkan masyarakat sehat. Salah satunya dengan membentuk "Bunda Posyandu" mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat dusun.

Sebelumnya juga sudah terbentuk dai kesehatan untuk menyebarkan pola hidup sehat melalui ceramah agama.

Berbagai inovasi tersebut, kata Fauzan, bertujuan agar banyak pintu masuk sehingga lebih memperhatikan kader yang ada di tingkat kabupaten hingga tingkat pelosok. ?

"Karena kader posyandu adalah andalan kita untuk menyosialisasikan bagaimana cara hidup sehat dan sumber keteladanan bagi masyarakat kita untuk menciptakan pola hidup sehat," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, H Rachman Sahnan Putra, juga menyampaikan terima kasihnya kepada kinerja para kader sehingga Lombok Barat berhasil menurunkan angka kasus stunting.

Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya.

Seperti diketahui, masalah stunting di Kabupaten Lombok Barat merupakan masalah sangat krusial.

Pada 2007, angka bayi lahir dalam keadaan pendek (stunting) menyentuh 49,8 persen. Setelah diintervensi dengan program, turun menjadi 32 persen pada 2016. Angka tersebut menurun hingga 28,9 persen yang sebenarnya ditargetkan tercapai pada 2020. Bahkan angka tersebut berada di bawah rata-rata nasional.

Dari capaian tersebut, Kabupaten Lombok Barat bersama tiga daerah lainnya ditunjuk pemerintah pusat menjadi daerah percontohan menurunkan angka stunting se-Indonesia pada 2017.

"Tahun ini, Lombok Barat menerima penghargaan Indeks Kelola bagi Pemerintah Daerah yang berprestasi dalam mengelola APBD di bidang pembangunan kesehatan. Semua itu menjadi bukti komitmen kuat dari kepala daerah dan jajaran mengatasi isu nasional di bidang kesehatan," kata Rachman.
Pewarta :
Editor: Dimas
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar