Empat binaan Jasa Raharja ramaikan NTB Expo

id ntb expo,jasa raharja,binaan umkm

Jajaran PT Jasa Raharja Cabang NTB dan UMKM binaan meramaikan NTB Expo 2018 di Techno Park Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat, NTB. (Foto Antaranews NTB/Awaludin)

Salah satu upaya untuk bangkit memulihkan perekonomian melalui NTB Expo
Mataram(Antaranews NTB) - PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Nusa Tenggara Barat mengikutsertakan empat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaannya pada NTB Expo XVI/2018 di Techno Park Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat, 5-9 Desember.

Kepala Jasa Raharja Cabang NTB Amiruddin Zein didampingi Kepala Unit Keuangan, Akuntansi dan PKBL Komang Artha di Lombok Barat, Rabu, mengatakan, pihaknya mengikutsertakan UMKM binaan dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah daerah yang sedang berupaya membangkitkan perekonomian pascagempa bumi.

"Kita tahu NTB mengalami musibah beberapa waktu lalu. Salah satu upaya untuk bangkit memulihkan perekonomian melalui NTB Expo. Dan kami mengikutsertakan UMKM binaan," kata Amiruddin Zein usai mengikuti pembukaan NTB Expo 2018.

Kepala Unit Keuangan, Akuntansi dan PKBL Komang Artha, menyebutkan empat pelaku UMKM yang difasilitasi mengikuti ajang pameran dan promosi tahunan tersebut adalah Lomart Galleri milik Taufik yang menampilkan hasil kerajinan cukli Kota Mataram.

Selain itu, Dharma Setya Art Shop yang dikelola Hj Robiah dari Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, yang mempromosikan hasil kerajinan kain tenun.

Ada juga kerajinan anyaman hasil produksi Bale Creative yang dikelola oleh Ika Husni Susanthi dari Kota Mataram, serta UMKM Uniwis Lombok milik Rahma Wira Sari yang mempromosikan produk kerajinan.

"Kami mengedepankan produk-produk daerah untuk ditampilkan dalam NTB Expo sehingga semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal, tapi nasional dan internasional," ujarnya.

Ia mengatakan empat pelaku UMKM binaan tersebut sudah mendapatkan pinjaman lunak melalui program Kemitraan Jasa Raharja yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan usaha agar menjadi tangguh dan mandiri.

Lomart Galleri mendapatkan pinjaman mulai 2010 sebesar Rp15 juta. Jasa Raharja kembali memberikan kepercayaan dengan menyetujui pinjaman sebesar Rp25 juta pada 2014. Pinjaman dengan nilai yang sama kembali diberikan pada 2016 hingga akhirnya ditingkatkan menjadi Rp100 juta pada 2018.

Dharma Setya Art Shop juga mendapat bantuan permodalan melalui program Kemitraan sebesar Rp25 juta pada 2006. Pinjaman kembali diberikan sebesar Rp25 juta pada 2016.

Sementara itu Bale Creative memperoleh pinjaman sebesar Rp15 juta pada 2018, dan Uniwis Lombok sebesar Rp20 juta pada 2017.

"Total dana program Kemitraan yang disalurkan kepada para pelaku UMKM binaan pada 2018 mencapai Rp900 juta," ucap Komang Artha.

Bantuan yang diberikan, kata dia, tidak hanya berupa modal usaha tetapi juga kelas pelatihan dan kesempatan mempromosikan produknya melalui pameran-pameran skala lokal, nasional hingga internasional.

Salah satu mitra binaan yang sudah mengikuti pameran internasional adalah Lomart Galleri. Pelaku UMKM yang memproduksi cukli di Kota Mataram tersebut, berkesempatan menjadi salah satu wakil Indonesia dalam pameran di Aljazair pada 2016.

"Sebagai salah satu BUMN, Jasa Raharja juga dituntut untuk berkontribusi meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di daerah melalui program Kemitraan," ucap Komang Artha. (*)
Pewarta :
Editor: Dimas
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar