Menteri ATR bagi sertifikat tanah di Lombok Barat

id sertifikat,tanah,lombok barat,ART

sertifikat tanah

"Yang belum dapat sertifikat tahun ini, Insya Allah tahun depan melalui program yang sama,"
Mataram, (Anatranews NTB) - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil membagikan 2.156 sertifikat tanah kepada warga Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Sofyan Djalil didampingi jajaran BPN Provinsi NTB membagikan sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) secara simbolis kepada 14 orang warga Kabupaten Lombok Barat.

Di hadapan ribuan warga Kabupaten Lombok Barat, Sofyan mengatakan target pencetakan sertifikat tanah di NTB sebanyak 170 ribu lembar.

Khusus di Kabupaten Lombok Barat, sebanyak 125 ribu dan sudah terealisasi sebanyak 2.156 lembar. Sisanya akan berakhir pada 2021.

"Yang belum dapat sertifikat tahun ini, Insya Allah tahun depan melalui program yang sama," katanya.

Ia menegaskan Presiden Joko Widodo memerintahkan pencetakan dan pembagian sertifikat tanah secara nasional hingga 2019 mencapai 9 juta lembar.

"Tahun ini, di seluruh Indonesia akan dikeluarkan sebanyak 7 juta sertifikat," ujarnya.

Sofyan menyebutkan dari 2.156 sertifikat tanah yang dibagikan di Kabupaten Lombok Barat, terdiri atas 2.000 untuk warga, 84 untuk tanah hak pakai, 10 lembar untuk barang milik negara dan sisanya sebanyak 52 sertifikat untuk tanah wakaf dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Program pencetakan sertifikat tanah sebanyak 9 juta hingga 2019 merupakan salah satu program Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo, dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.

Selain penyerahan sertifikat tanah program PTSL, pada acara yang sama juga diberikan piagam penghargaan dari BPN Kabupaten Lombok Barat kepada Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, Kejaksaan Negeri Mataram, Kapolres Lombok Barat, Kapolres Mataram.

Penghargaan diberikan atas dukungan dalam rangka kegiatan PTSL di Kabupaten Lombok Barat pada 2017-2018.





 
Pewarta :
Editor: Nirkomala
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar