Wings Air sudah layani rute Maumere-Lombok-Labuan Bajo-Makassar

id Wings Air,Maumere Lombok,Nusa Tenggara Timur

Ilustrasi - Pesawat Wings Air (1)

Rute penerbangan baru tersebut mulai kami buka pada tanggal 5 Desember 2018
Kupang (Antaranews NTB) - Maskapai penerbangan Wings Air (Lion Air Group) sudah membuka rute penerbangan lintas provinsi mulai dari Maumere, Labuan Bajo, Lombok dan Makassar dengan frekuensi terbang sekali dalam sehari.

"Rute penerbangan baru tersebut mulai kami buka pada tanggal 5 Desember 2018," kata Direktur Operasional Wings Air Kapten Redi Irawan kepada Antara di Kupang, Jumat.

Ia mengatakan rute penerbangan ini dilayani pesawat Wings Air jenis turboprop ATR 72-500 atau ATR 72-600 berkapasitas 72 penumpang dalam kelas ekonomi.

Jadwal layanan penerbangan ini mulai pukul 06.00 Wita dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan menuju Bandara Frans Seda Maumere di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya, dari Bandaran Frans Seda Maumere pukul 07.45 Wita menuju Bandara Komodo di Labuan Bajo, dan seterusnya menuju Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok pada pukul 09.00 Wita.

Untuk penerbangan sebaliknya, Wings Air berangkat dari Lombok menuju Labuan Bajo pada pukul 13.55 Wita, dan seterusnya ke Maumere pukul 15.30 Wita dan selanjutnya ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pukul 16.45 Wita.

"Rute-rute baru ini mempunyai keunggulan bagi travelers dan pebisnis yang transit terlebih dahulu untuk menghabiskan waktu liburan atau bisnis di kota-kota tersebut," katanya.

Menurut Redi, hadirnya layanan penerbangan yang menghubungkan empat kota di tiga provinsi ini sebagai bagian dari upaya mendukung pemerintah dalam pemerataan ekonomi dan pengembangan destinasi pariwisata.

Terutama untuk dua destinasi wisata yang menjadi prioritas atau bagian dari 10 Bali Baru seperti wisata Mandalika di Lombok dan Taman Nasional Komodo di Manggarai Barat, Flores.

Redi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus berupaya menghubungkan wilayah setingkat kabupaten/kota termasuk di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

"Harapan kami, interkonektivitas antarwilayah ini memberikan nilai tambah bagi para wisatawan maupun pebisnis dalam berwisata," kata Redi Irawan.(*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar