Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak lima desa selama 2024, meraih penghargaan atau prestasi dari pemerintah dan menjadi contoh bagi daerah lain atas program yang dilaksanakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Desa-desa yang meraih prestasi ini bisa menjadi contoh bagi desa lainnya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri di Lombok Tengah, Jumat.
Ia mengatakan desa yang meraih penghargaan atau prestasi itu, yakni Desa Puyung yang meraih juara pertama lomba desa tingkat nasional 2024, Desa Aik Mual meraih penghargaan keterbukaan informasi publik desa 2024.
Baca juga: Desa Aik Mual di Lombok Tengah raih apresiasi keterbukaan informasi publik 2024
Baca juga: Desa Wisata Aik Berik Lombok raih juara II Amenitas Terbaik ADWI
Selain itu, Desa Aik Berik meraih juara dua anugerah desa wisata tingkat nasional dari Kementerian Pariwisata, Desa Teruai sebagai desa percontohan anti-korupsi tingkat nasional.
"Desa Batujangkih mewakili Lombok Tengah dalam lomba posyandu tingkat provinsi dan sebanyak 20 desa masuk dalam program desa cerdas," katanya.
Ia mengatakan prestasi itu merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.
"Keberhasilan ini menunjukkan desa di Lombok Tengah telah mampu dalam mengelola keuangan desa yang baik," katanya.
Baca juga: Pengelolaan dana desa di Lombok Tengah ditingkatkan
Ia mengatakan sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga keberhasilan itu menunjukkan desa dalam mengembangkan pariwisata berbasis kearifan lokal telah dilakukan dengan maksimal.
"Prestasi itu merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam mengembangkan potensi dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya menekankan kepada semua pihak untuk tetap berkolaborasi dalam membangun dan mengembangkan potensi desa untuk mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kolaborasi ini harus tetap ditingkatkan untuk kepentingan masyarakat dalam membangun desa," katanya.
Baca juga: Desa Teruwai di Lombok Tengah jadi perluasan percontohan desa anti korupsi
Baca juga: Usulan 29 calon desa pemekaran di Lombok Tengah diverifikasi
Baca juga: Dana Desa di Lombok Tengah 2025 Rp176 miliar