UNS serahkan bantuan untuk warga Lombok Utara

id Lombok Utara,UNS,Sarifudin,Gempa

Wakil Bupati Lombok Utara, Sarifudin (kiri), menerima cenderamata dari Rektor UNS Prof Ravik Karsidi. (Foto Antaranews NTB/Humaspro)

Kami titip anak-anak mahasiswa untuk mengabdikan dirinya melalui program KKN
Lombok Utara (Antaranews NTB) - Civitas akademika dan mahasiswa Universitas Sebelas Maret Solo (UNS) yang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menyerahkan berbagai jenis bantuan untuk warga yang menjadi korban gempa di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

     Bantuan diserahkan secara resmi oleh Rektor UNS Prof Ravik Karsidi, didampingi Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS Prof Sulistyo Saputro, kepada Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin, didampingi Camat Kayangan H Muhammad Tohir, di Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Kamis.

     Bantuan yang diserahkan berupa 125 hunian sementara (Huntara) untuk korban gempa, MCM sehat, sarana pemberdayaan ekonomi, dan peresmian Masjid Nurul Muttaqin Desa Gumantar.

     Penyerahan bantuan tersebut sebagai rangkaian acara penerimaan civitas akademika dan mahasiswa UNS yang melaksanakan program KKN tematik bertajuk integritas kemitraan.

     Kepala LPPM UNS, Prof Sulistyo Saputro, mengatakan pihaknya telah membentuk tim Tanggap Bencana Lombok UNS pada 5 Agustus 2018. Tim tersebut bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya unsur TNI dan polisi, Pemerintah Kabupaten Seragen, serta pihak rumah sakit.

     "Saat itu, kami membentuk empat tim. Tim pertama melakukan evakuasi korban, tim kedua melakukan rujukan ke rumah sakit. Tim ketiga saya sendiri yang memimpin bersama 15 dokter, terdiri atas dokter umum, dan spesialis.
Kemudian tim keempat satu dokter bedah tulang dan enam perawat juga berada di RSUD Provinsi NTB, serta  bantuan obat-obatan dan logistik," katanya.

     Untuk rekontruksi dan trauma healing, kata dia, melibatkan psikiater selama lima bulan. Namun yang terasa berat ketika memasang paralon hampir 5.000 lonjor pipa sehingga dalam waktu satu bulan air sudah bisa mengalir. 

     "Di samping itu juga, kami membangun 16 unit MCK pada 13 dusun yang ada di Desa Gumantar. Kami juga membangun empat masjid serta membagikan Al-Quran. Kemudian memberikan pelatihan terhadap kelompok usaha mikro, kecil dan menengah yang ada di Desa Gumantar," ujarnya.

     Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin, menyatakan kehadiran rektorat dan civitas akademika UNS memberikan semangat bagi warga Lombok Utara untuk bangkit setelah gempa bumi.

     Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan warga Desa Gumantar menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas apa yang telah diberikan UNS pada saat penanggulangan bencana tersebut.

     "Upaya yang kami lakukan dari pemerintah daerah belum begitu maksimal, terutam melakukan pembangunan hunian untuk masyarakat karena banyak kendala yang dihadapi. Tetapi kami terus berusaha dan berusaha," katanya.

     Rektor UNS Prof Ravik Karsidi, mengungkapkan apa yang dilakukan oleh tim UNS tidak ada apa-apanya. Hal itu semata-mata karena persaudaraan dan pengabdian terhadap masyarakat.

     Ia menyebutkan tim tanggap bencana gempa untuk Lombok yang dibentuk memberikan bantuan dalam tiga tahap. Pertama, melaksanakan tanggap bencana gempa. Berikutnya melakukan tahap pemulihan dan rekontruksi. Ketiga adalah tahapan pemberdayaan pascagempa.

     "Kami titip anak-anak mahasiswa untuk mengabdikan dirinya melalui program KKN. Kerja sama dan kebersamaan masyarakat di sini dengan UNS, semoga menjadi wahana persaudaraan," ujarnya.

     Sebelum acara berakhir, Ravik mempersilakan anak-anak dari Kabupaten Lombok Utara yang mau kuliah di UNS untuk mendaftarkan diri. Pihaknya juga memberikan beasiswa. Selain itu, UNS juga memelopori mahasiswa berbakat yang hafidz Al-Quran. 

Acara dilanjutkan dengan pemberian cenderamata dari Rektor UNS kepada Wakil Bupati Lombok Utara serta penyerahan secara simbolik 125 Huntara, kemudian diakhiri dengan penandatanganan prasasti oleh Rektor UNS.  (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar