NTB targetkan tarik 3.000 wisatawan Festival Bau Nyale

id Festival Bau Nyale,Dapatkan rezeki,di pantai

Ilustrasi - Seorang warga menunjukkan nyale (cacing laut) yang diperolehnya di Pantai Seger Kute, Lombok Tengah, NTB. Bau Nyale diadakan masyarakat Sasak setiap tanggal 20 bulan 10 (dalam kalender Sasak), untuk menapak tilas legenda pengorbanan Putri Mandalika dari kerajaan Tonjang Beru. (ANTARA/Budi Afandi)

Target kita ada 3.000 wisatawan dari luar NTB yang datang menyaksikan event Bau Nyale
Mataram (Antaranews NTB) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menargetkan mampu menarik 3.000 kunjungan wisatawan dari pelaksanaan Festival Pesona Bau Nyale yang digelar di Pantai Seger, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah pada 17-25 Pebruari 2019.

"Target kita ada 3.000 wisatawan dari luar NTB yang datang menyaksikan event Bau Nyale," ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan untuk dapat menarik wisatawan datang ke NTB sejumlah paket wisata pun sudah disiapkan. Salah satunya, paket tiga hari dua malam, sudah termasuk tiket pesawat dengan harga Rp3,4 juta. Wisatawan pun boleh memilih paket tanpa tiket peswat dengan harga mulai Rp1,3 juta sampai Rp1,8 juta tergantung kelas hotel dan jumlah orang atau kelompok.

"Untuk paket ini kita sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah maskapai dan biro perjalan wisata, sehingga kita bisa menghadirkan banyak wisatawan menyaksikan Festival Bau Nyale," ungkapnya.

Faozal mengatakan untuk menyukseskan Festival Pesona Bau Nyale, pihaknya telah menyiapkan 14 rangkaian kegiatan. Di awali surfing kontes pada 17 februari yang akan dipusatkan di Pantai Gerupuk. Lomba foto bertemakan Bau Nyale yang dimulai dari 17-23 Februari.

Kemudian, pada 18 Februari dilaksanakan kegiatan pengelolaan desa wisata Mandalika yang dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

"Pada 19-23 Februari juga dilaksanakan kegiatan pertunjukan tradisional peresean di Pantai Senek," ujarnya.

Selain itu, pada 21 februari dilaksanakan dialog di Selasar Bazar Mandalika yang akan diisi sejumlah kegiatan mulai pameran ekraf, pameran desa wisata, fashion show hasil karya desainer ternama Samuel Watimena. Seminar yang menghadirkan Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai nara sumber, termasuk dari Kementerian PDT dan Badan Ekonomi Kreatif.

"Nanti juga dilaksanakan Mandalika Berzikir bertempat di Masjid Nurul Bilad dengan menghadirkan Ustad Yusuf Mansyur sebagai penceramah. Kegiatan ini digelar pada 22 Februari," terang Faozal.

Selanjutnya pada 23 Februari dilaksanakan parade budaya dari 10 kabupaten/kota di NTB yang dipusatkan di Kota Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan parade budaya ini menggandeng Jember Fashion Carnaval (JFC).

"Saat menuju malam puncak pada 24-25 Februari dilaksanakan grand final pemilihan Putri Mandalika, kampung kuliner dan malam puncak Bua Nyale dengan menangkap cacing laut oleh warga dan wisatawan di Pantai Seger," jelasnya.

Faozal berharap event Bau Nyale tahun 2019 ini dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Lombok dan Sumbawa, terlebih setelah provinsi itu dilanda bencana gempa bumi yang terjadi pada akhir Juli dan Agustus 2018.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB Dewantoro Umbu Joka menyambut baik dilaksanakan kegiatan tersebut di tengah terpuruknya pariwisata NTB pascagempa.

"Bagi kita event ini sangat membantu pemulihan pariwisata pascagempa, sehingga, mengembalikan kepercayaan orang luar Lombok untuk hadir di tempat ini," ucapnya.

Sebab, menurutnya terpenting saat ini meyakinkan orang untuk datang. Walaupun secara nasional pariwisata juga tidak diuntungkan dengan mahalnya harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar.

"Tapi kami tetap optimistis sebagai pelaku industri pariwisata, supaya tetap bertahan di tengah ketatnya persaingan industri pariwisata," katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar