25 juta orang di Indonesia suka buang air besar sembarangan

id Bambang Brodjonegoro,Menteri PPN/Bappenas,25 juta ,orang Indonesia

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (tengah) memberikan keterangan kepada media usai acara peluncuran "Indeks Persepsi Korupsi Tahun 2018" di gedung KPK, Jakarta, Selasa (29/1/2019). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Masih ada sekitar 25 juta orang yang masih berperilaku BABS

Mataram (Antaranews NTB) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan masih ada setidaknya 25 juta orang di Indonesia yang masih berperilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan ini harus menjadi perhatian seluruh pihak terkait.

"Mohon maaf, saat ini di Indonesia, masih ada sekitar 25 juta orang yang masih berprilaku BABS," kata Menterippenas Bambang Brodjonegoro dalam kuliah umum di Unhas Makassar, Selasa.

Ia menjelaskan, apa yang terjadi saat ini memang harus menjadi perhatian serius.

Bambang sekaligus mendorong agar kehadiran Sustainable Development Goals (SDGs) Center Unhas yang baru saja dilaunching hari ini, langsung ambil bagian dalam mengatasi persoalan tersebut khususnya untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan keberhasilan Indonesia menekan hingga ratusan juta pelaku BABS di negara tersebut.

Pada tahun 2015 misalnya, kata dia, di India angka orang berprilaku BABS itu masih mencapai 500 juta.

Namun pada 2018 lalu, jumlahnya menurun tajam hingga tersisa sekitar 150 juta orang. Ini tentu pasti menjadi contoh untuk penanganan perilaku BABS di Tangan Air.

"Angka 150 juta bagi Indonesia itu memang masih begitu tinggi. Tapi jika dilihat dari empat tahun terakhir justru di India bisa berkurang sebanyak 350 juta. SDGs Unhas yang baru dilaunching, kita harapkan bisa ikut mendorong," jelasnya.

Untuk itu, dirinya juga mengajak seluruh pihak berkepentingan untuk sama-sama bergerak melakukan berbagai inovasi demi menekan hingga tanpa kasus.

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar