Pangdam Udayana pantau pelayanan pencairan bantuan gempa Lombok

id Pangdam Udayana,bantuan gempa,gempa lombok

Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto (kanan), didampingi Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdani, meninjau proses pelayanan satu pintu pencairan bantuan stimulan untuk korban gempa di lapangan Tioq Tata Tunaq, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Selasa (12/2). (Foto Antaranews NTB/Humaspro)

Kedatangan saya dalam rangka mengawasi sejauh mana prajurit TNI mampu membantu pemerintah daerah dalam rangka mengatasi masalah gempa pascarehab rekon
Lombok Utara (Antaranews NTB) - Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto meninjau proses pelayanan satu pintu pendebetan dari rekening perorang korban gempa bumi ke rekening kelompok masyarakat di lapangan Tioq Tata Tunaq, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa.

"Kedatangan saya dalam rangka mengawasi sejauh mana prajurit TNI mampu membantu pemerintah daerah dalam rangka mengatasi masalah gempa pascarehab rekon," kata Benny kepada wartawan.

Benny yang didampingi Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdani, mengatakan dari apa yang disampaikan oleh masyarakat, ada prospek yang jelas bagaimana membentuk kelompok masyarakat (pokmas) sehingga cepat sesuai instruksi Presiden.

Menurut dia, dengan manajemen pelayanan satu pintu, semua proses pencairan bantuan stimulan untuk korban gempa di Lombok cepat selesai.

"Akhir dari pekerjaan ini, semua senang, masyarakat senang, pemerintah senang. Harapan dari pemerintah secepat mungkin, semua aplikator mempunyai bank garansi di BRI," ujarnya.

Ia juga optimistis proses percepatan rehab rekon setelah gempa bumi akan terlaksana sesuai perencanaan setelah melihat prosedur pelayanan.

Dari 23.897 rekening ditargetkan banyak yang bisa mencairkan. Pencairan selama satu minggu pelayanan baru mencapai 2 .000 rekening.

Namun kondisi kembali kepada masyarakat, apakah mau atau tidak mengikuti prosedur yang telah ditetapkan itu.

Menurut dia, prosedur yang sudah berjalan ini tidak ada perlu diperbaiki, tinggal dipercepat saja.

"Semua pihak bisa nyaman dan tidak perlu khawatir dituntut seperti kasus korupsi karena kesalahan administrasi," ucap Benny.

Pelayanan satu pintu pencairan bantuan stimulan untuk korban gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara, melibatkan unsur Badan Pemerikaa Keuangan Pembangunan (BPKP), Inspektorat, perbankan, aplikator, TNI-Polri, dan dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar