Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kondisi perekonomian Nusa Tenggara Barat (NTB) secara bulan ke bulan pada Mei 2025 mengalami deflasi sebesar 0,58 persen akibat harga komoditas pertanian yang menurun.

"NTB termasuk 31 provinsi yang mengalami deflasi, tapi NTB bukan yang terdalam. Deflasi NTB minus 0,58 persen," kata Kepala BPS NTB Wahyudin di Mataram, Senin.

Wahyudin mengungkapkan kondisi itu dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang laju pertumbuhan minus 1,77 persen dengan andil terhadap deflasi sebesar 0,65 persen.

Penurunan harga komoditas pertanian berupa cabai rawit memiliki andil terhadap deflasi sebesar 0,37 persen, bawang merah 0,17 persen, cabai merah 0,07 persen, beras 0,05 persen, dan jeruk 0,03 persen.

"Beberapa daerah masih mengalami musim panen, sehingga produksi melimpah," ujar Wahyudin.

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan ketiga dipastikan membaik

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa inflasi secara tahun kalender di Nusa Tenggara Barat tercatat sebesar 0,98 persen, sedangkan laju inflasi tahun ke tahun mencapai 1,63 persen.

Target inflasi secara nasional termasuk Nusa Tenggara Barat tahun ini sebesar 2,50 persen +- 1 persen yang berarti rentang 1,50 persen hingga 3,50 persen.

"Sekarang bulan Mei, inflasi Nusa Tenggara Barat sekitar 1,63 persen," ucap Wahyudin.

Baca juga: Begini penjelasan Gubernur Iqbal ke Mendagri soal ekonomi NTB minus

Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB menyatakan bahwa panen raya masih berlangsung di beberapa kawasan pertanian di Nusa Tenggara Barat yang membuat komoditas mengalami penurunan harga.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Taufieq Hidayat menuturkan harga cabai rawit yang saat awal tahun sempat menyentuh Rp200 ribu per kilogram kini mulai menuju ke harga normal sekitar Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram.

"Produksi lagi naik di pasar dan di tempat lain juga terisi," kata Taufieq.

Baca juga: Legislator: Ekonomi NTB minus 1,47 persen jangan dilihat secara parsial
Baca juga: Pemprov NTB diminta fokus tingkatkan sektor riil dongkrak ekonomi



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026