Bakesbangpol sita ratusan alat peraga kampanye

id Alat peraga,Peraga kampanye

ilustrasi penertiban alat peraga kampanye (Foto Mamiek/Antara) (1) (1/)

Mataram (ANTARA) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyita ratusan alat peraga kampanye yang dinilai melanggar aturan karena dipasang pada tempat-tempat terlarang.

"Hingga hari ini, ratusan alat peraga kampanye (APK) berhasil kita sita dari beberapa kali kegiatan penertiban bersama tim penertiban APK Mataram," kata Kepala Bakesbangpol Kota Mataram H Rudy Suryawan di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan, APK tersebut diamankan oleh tim sebagai barang bukti untuk membuat berita acara hasil penertiban. Setelah itu, APK boleh diambil kembali oleh pemiliknya namun hingga saat ini belum ada satupun yang mengambil APK tersebut.

"Beberapa jenis APK yang kami sita antara lain baliho, banner dan pamflet yang dipasang pada fasilitas umum seperti tiang listrik dan pohon pelindung," ujarnya.

Sementara APK yang masih terpasang di jalur-jalur utama berukuran besar menunggu kegiatan penertiban oleh tim terpadu, sebab untuk menurunkan APK tersebut membutuhkan keahlihan dan peralatan khusus.

Alat berat yang dimiliki Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sampai sekarang penggunaannya masih difokuskan untuk membantu proses percepatan pembangunan hunian tetap korban gempa bumi.

"Namun demikian, jumlah APK di jalan-jalan protokol sudah mulai berkurang setelah kita memberikan teguran," katanya.

Akan tetapi, kata dia,  pelanggaran APK marak terjadi di tingkat lingkungan, karenanya penertiban dilakukan dengan mengoptimalkan peran dari panitia pengawas kecamatan.

"Tim yang di bawah inilah yang bergerak cepat ketika menemukan ada pelanggaran, sementara hasil penertiban tetap dikumpulkan di kantor kami," katanya.

Menurutnya, dari enam kecamatan sudah tiga kecamatan yang aktif melakukan penetiban. Tiga kecamatan itu adalah Kecamatan Sandubaya, Mataram dan Cakranegara.

Tiga kecamatan lainnya yakni Selaparang, Ampenan dan Sekarbela direncanakan mulai melakukan penertiban pada Jumat pekan ini.

"Upaya penertiban melalui panwascam lebih efektif karena merekalah yang berada langsung di lapangan," katanya. 
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar