Anak-anak Bajo dapat edukasi dari Bank Indonesia

id Bank Indonesia,anak-anak Bajo

Salah seorang murid SDN 2 Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, memperoleh hadiah suvenir dari Tim Ekspedisi Laskar Nusa 2019 Bank Indonesia setelah mampu menjawab pertanyaan. (Foto ANTARA/Awaludin) (1) (1/)

Mataram (ANTARA) - Bank Indonesia memberikan edukasi tentang fungsi bank sentral, mata uang rupiah dan produk industri keuangan kepada anak-anak SMPN 8 Satu Atap (Satap) Sape, Desa Bajo Pulau, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu dari program mengajar rangkaian kegiatan Ekspedisi Laskar Nusa 2019 yang digelar BI bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Dalam aksi mengajar tersebut, Kasir BI Pusat, Ryan Ariafinanda, bersama Kasir Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB, Dwi Machfuji Wijaya, memberikan pembelajaran secara interaktif tentang tugas-tugas Bank Indonesia, ciri-ciri keaslian uang rupiah dan gerakan cinta rupiah.

Sebanyak 70 murid dan seluruh tenaga pendidik SMPN 8 Satap Sape antusias berinteraksi dalam sosialisasi dengan metode belajar sambil bermain tersebut.
Edukasi juga diberikan dengan metode kuis berhadiah suvenir dari Bank Indonesia. Hadiah diberikan kepada murid yang aktif bertanya dan berinteraksi.

Ryan Ariafinanda, memberikan pemahaman bagaimana mengenal ciri-ciri keaslian uang rupiah menggunakan metode 3D (Dilihat, diraba, dan diterawang) secara menarik.

Kemudian dilanjutkan dengan materi gerakan cinta rupiah yang disampaikan oleh Kasir Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB, Dwi Machfuji Wijaya.
Dalam arahannya, Dwi berpesan kepada murid-murid untuk tidak mencoret-coret, membasahi, dan mensteples uang rupiah.

"Sebaliknya murid-murid harus mencintai dan menjaga uang rupiah karena merupakan simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.

Sementara itu, narasumber dari Bank Negara Indonesia (BNI), I Nengah Eka Sujendra, menjelaskan tentang berbagai macam produk dan layanan bank umum yang dapat dimanfaatkan oleh murid-murid. Salah satunya adalah produk tabungan khusus bagi pelajar. "Pelajar harus membiasakan menabung sejak usia dini, karena menabung merupakan modal awal dari pengelolaan uang kedepannya," kata Nengah berpesan pada murid SMPN 8 Satap Sape.

Murid sekolah yang berada di ujung timur Provinsi NTB itu, juga diberikan motivasi oleh dua orang mahasiswa GenBI, yaitu Ramli Akhmad, dan M Ade Irawan, untuk terus meningkatkan semangat belajar supaya bisa menggapai cita-cita sesuai yang mereka inginkan.

"Murid-murid harus semangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Jika perlu ke jenjang S1, S2, hingga S3. Belajar dengan tekun dan rajin adalah kunci keberhasilannya," "Jika kurang mampu dalam biaya, maka dapat mengajukan beasiswa. Salah satunya adalah beasiswa dari Bank Indonesia seperti yang saya peroleh," tutur Ade.

Diakhir sosisalisasi, lima anggota pramuka Saka Bahari binaan Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram, mengajak murid-murid untuk bergabung menjadi anggota Pramuka Saka Bahari. Banyak manfaat yang akan dipetik, antara lain kemandirian, rasa percaya diri dan jiwa sosial.

Dalam kesempatan itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Bidang Sistem Pembiayaan, Ocky Ganesia, menyerahkan bantuan sosial bidang pendidikan berupa perlatan olahraga dan buku bacaan kepada dua sekolah di Desa Bajo Pulau, serta bantuan kesehatan berupa pengobatan gratis yang dilaksanakan di Pustu Desa Bajo Pulau.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar