PNM targetkan 18 ribu nasabah di Sumbawa pada 2019

id PNM ,18 ribu ,nasabah Sumbawa

Warga Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), antusias mengikuti sosialisasi tentang industri jasa keuangan yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT PNM (Persero), PT Pegadaian (Persero), dan PT Jasindo (Persero), di Pulau Bungin, Kamis (14/3). (Foto ANTARA/Awaludin) (1) (1/)

Mataram (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Area Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan total jumlah nasabah sebanyak 18.000 orang pada 2019.

"Hingga akhir 2018 jumlah nasabah di area Sumbawa sebanyak 15.700. Tinggal mencari 2.300 nasabah lagi agar tercapai target tahun ini," kata Manajer PNM Area Sumbawa Evi Fitriani di sela edukasi keuangan untuk komunitas nelayan Pulau Bungin, di Kabupaten Sumbawa, NTB, Kamis.

OJK NTB menggelar sosialisasi dan edukasi keuangan di Pulau Bungin, bekerja sama dengan PNM Area Sumbawa, PT Pegadaian (Persero), dan PT Jasindo.

Ia mengatakan untuk mencapai target pada 2019, dilakukan berbagai upaya yang salah satunya adalah menyosialisasikan produk "Mekar" atau singkatan dari Membina Keluarga Sejahtera.

Sosialisasi dilakukan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang membutuhkan permodalan dengan nilai pinjaman relatif kecil, yakni di kisaran Rp2 hingga Rp3 juta.

Saat ini, kata Evi, nasabah yang sudah memanfaatkan produk Mekar didominasi oleh orang yang bekerja di sektor pertanian terutama tanaman jagung dengan persentase 50 persen. Sedangkan 30 persen sektor perdagangan dan 20 persen perikanan.

"Pinjaman yang kami salurkan tanpa ada jaminan, yang penting syarat-syarat terpenuhi, yakni fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) suami-isteri dan kartu keluarga, serta wajib ketahui suami," ujar Evi didampingi Pengawas PNM Area Sumbawa Karmilawati.

Terkait kredit macet, Kurniawati menegaskan jumlahnya sangat kecil, yakni hanya empat orang dari total sebanyak 15.700 orang nasabah di seluruh Area Sumbawa.

Menurut dia, kecilnya angka kredit macet disebabkan karena kepatuhan para nasabah dalam mengembalikan pinjamannya.

Selain itu, kuncinya pada saat perekrutan dan survei lapangan sebelum pinjaman disetujui. Dan tidak kalah pentingnya adalah penanggung jawab yang menjadi mitra PNM mampu mengelola kelompoknya.

"Kami juga mengadakan pertemuan setiap minggu dengan kelompok nasabah. Pertemuan seperti arisan. Jadi ada silaturahmi yang terjalin antara nasabah dan petugas," ucap Karmilawati.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar