Kota Bima (ANTARA) - Wali Kota Bima H. A Rahman mengajak akademisi, mahasiswa, ojek online (Ojol) dan tokoh agama untuk bersama-sama menjaga kondusifitas daerah. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Minggu.
“Kami baru saja membangun. Jangan sampai aksi anarkis merusak upaya kita menata pembangunan. Aspirasi boleh disampaikan, tapi jangan dengan cara membakar gedung,” tegasnya.
Ia meminta camat dan lurah segera mengaktifkan kembali siskamling untuk mengantisipasi provokator, serta mengajak perguruan tinggi, tokoh agama, hingga organisasi masyarakat, untuk duduk bersama membangun komunikasi publik.
"Mewujudkan kamtibmas tidak bisa hanya TNI-Polri, tapi harus melibatkan semua elemen. Saya yakin mahasiswa cinta daerah ini, hanya saja kita harus waspada terhadap penyusup,” ujarnya.
Baca juga: Ketimpangan sosial jadi akar masalah timbulnya aksi anarkis, kata Sosiolog
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan belangsungkawa mendalamnya atas meninggalnya seorang driver ojek online Affan Kurniawan.
Diketahui, rapat ini membahas stabilitas keamanan daerah, menyusul meningkatnya tensi aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah Indonesia.
Rapat ini juga menjadi respon atas insiden pembakaran kantor DPRD Provinsi NTB, pada Sabtu (30/8) lalu yang menimbulkan keprihatinan mendalam.
Dalam rapat tersebut, hadir sejumlah Rektor, akademisi, Ketua Bem di seluruh kampus yang ada di Kota Bima, Ketua Ormas dan driver Ojol.
Baca juga: Polda: Tak ada pengunjuk rasa diamankan saat demo di DPRD NTB
Baca juga: Gubernur NTB ajak warga Mataram rawat kota dengan pembangunan nilai