Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan, dan kenyamanan di wilayah masing-masing menjelang dan selama pelaksanaan MotoGP Indonesia yang berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika pada 3-5 Oktober 2025.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Jumat, mengatakan, MotoGP merupakan event internasional, yang akan dihadiri ribuan tamu baik dari dalam dan luar negeri dan keamanan serta kenyamanan mereka menjadi tanggung jawab bersama.

"Karena itu, mari kita sukseskan jangan sampai ada aksi yang menodai dan mencederai kegiatan itu," katanya.

Di sisi lain, pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar memberikan dukungan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Baca juga: Polres Lombok Utara perketat pengamanan pelabuhan jelang MotoGP Mandalika

Sebagai tuan rumah, masyarakat Kota Mataram diharapkan dapat menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

"Dengan demikian, para tamu bisa betah dan memberikan respons positif terhadap kondisi Kota Mataram dan NTB secara umum," katanya.

Kota Mataram, katanya, dalam ajang MotoGP menjadi tuan rumah untuk kegiatan parade pembalap MotoGP Mandalika yang akan dilaksanakan pada 1 Oktober 2025 di wilayah Kota Mataram.

Masyarakat diharapkan bisa menampakkan senyum, sapa, kegembiraan dan keramahtamahan kepada para tamu, apalagi dalam kegiatan ini banyak tamu dari luar negeri.

"Untuk persiapan, publikasi, dan pengamanan hampir sama dengan tahun 2024. Tapi tahun ini informasinya pembalap yang ikut parade lebih banyak yakni 12 orang, bertambah 6 orang dari tahun sebelumnya," katanya.

Baca juga: Bandara Lombok siap dukung ajang MotoGP 2025 di Mandalika

Untuk skenario pelaksanaan juga sama yakni parade pembalap dimulai dari Taman Sangkareang kemudian menuju Teras Udayana, kemudian dirangkaikan dengan kegiatan hiburan dan promosi seni budaya lokal.

Parade pembalap MotoGP, sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata daerah, sebab kehadiran para pembalap dan pendamping MotoGP di Kota Mataram minimal akan dibagikan ke media sosial masing-masing.

Di sisi lain, kegiatan tersebut tentu akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat terutama pada pelaku usaha mikro kecil menegah (UMKM) di Kota Mataram.

Selain itu, kegiatan parade juga bisa menjadi ajang hiburan bagi masyarakat umum, terutama bagi masyarakat yang tidak bisa datang menonton ke Mandalika.

"Melalui parade pembalap, masyarakat bisa tahu jelas wajah-wajah dari para pembalap yang akan berlaga di MotoGP Mandalika," katanya menambahkan.

Baca juga: Mandalika di persimpangan wisata dan ambisi global
Baca juga: Dibalik deru mesin MotoGP: Hotel-hotel Mandalika menunggu momentum
Baca juga: Tajuk - Kamar kosong di tengah euforia MotoGP: NTB bersiap atau tertinggal?



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026