Sekolah di Mataram diimbau waspada bencana selama musim hujan

id Dinas Pendidikan,Kota Mataram,imbau sekolah,musim hujan

Sekolah di Mataram diimbau waspada bencana selama musim hujan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf. ANTARA/Nirkomala.

Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengimbau para kepala sekolah dan jajaran untuk waspada terhadap berbagai potensi bencana, terutama genangan dan banjir di lingkungan sekolah selama musim hujan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf di Mataram, Selasa, mengatakan imbauan tersebut sudah disebar kepada semua kepala sekolah se-Kota Mataram.

"Kami minta agar pihak sekolah melakukan gotong royong membersihkan saluran yang ada agar bisa berfungsi maksimal saat musim hujan," katanya.

Imbauan itu disampaikan sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyampaikan musim hujan dimulai pada November 2025 dan puncaknya pada Januari 2026. Intensitas hujan akan melandai pada Februari hingga April 2026.

Baca juga: Disdik dan BPBD Mataram kerja sama mitigasi bencana di sekolah

Dia menjelaskan imbauan ke sekolah-sekolah itu penting karena pada tahun-tahun sebelumnya terdapat beberapa sekolah yang rawan genangan, bahkan terjadi banjir saat puncak musim hujan.

Sekolah tersebut, antara lain SMP Negeri 16 Mataram, SMP Negeri 20 dan 22 Mataram di Sandubaya, SMP Negeri 21 Mataram di Kecamatan Sekarbela dan SMP Negeri 13 Mataram di Jalan Pemuda, serta beberapa sekolah dasar (SD).

"Namun kini sekolah-sekolah itu sudah dilakukan penanganan oleh pemerintah pusat, dan semoga musim hujan tahun ini tidak terdampak lagi," katanya.

Terkait dengan itu, katanya, jajaran sekolah diminta melakukan gerakan kebersihan lingkungan secara masif di sekitar sekolah.

Baca juga: BPBD Mataram siap turun ke sekolah mengedukasi mitigasi bencana

Selain mencegah terjadinya genangan dan banjir, ujarnya, kegiatan pembersihan lingkungan sekolah juga dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bersih.

"Anak-anak juga bisa terhindar dari berbagai potensi penyakit termasuk demam berdarah dengue (DBD) karena adanya potensi jentik nyamuk," katanya.

Di sisi lain, kata Yusuf, koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga diminta terus ditingkatkan agar ketika terjadi potensi banjir atau genangan di sekolah, pihak sekolah bisa langsung menghubungi BPBD untuk melakukan penanganan.

Apalagi BPBD kini sudah memiliki 15 mesin sedot air, yang bisa dioptimalkan untuk mencegah banjir atau genangan di lingkungan sekolah.

"Alhamdulillah, selama ini tim BPBD aktif membantu penyedotan air di sekolah ketika terjadi genangan sehingga proses belajar mengajar bisa tetap berjalan," katanya.

Baca juga: Disdik Mataram minta pastikan kesiapan sekolah dampak bencana
Baca juga: Materi mitigasi bencana dimasukkan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.