Musim tanam padi di Lombok Tengah mulai November 2025

id Musim tanam padi,Lombok Tengah ,NTB,2025

Musim tanam padi di Lombok Tengah mulai November 2025

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB M Kamrin di Lombok Tengah, Selasa (28/10/2025). ANTARA/Akhyar Rosidi.

Lombok Tengah (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebutkan musim tanam padi pada musim hujan akan berlangsung mulai awal November 2025.

"Kami perkirakan musim tanam padi itu, mulai persemaian bisa November 2025," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah M Kamrin di Lombok Tengah, Selasa.

Ia mengatakan musim hujan tiba pada Oktober dan kondisi saat ini memang telah terjadi hujan di beberapa wilayah di Lombok Tengah.

Namun, hujan yang terjadi tidak begitu besar atau belum bisa tertampung di sawah dan belum merata di semua wilayah.

"Artinya air hujan itu hanya membasahi tanah, belum bisa digunakan untuk proses persemaian," katanya.

Baca juga: Stok pupuk di Lombok Tengah aman untuk musim tanam akhir 2025

Ia mengatakan untuk persiapan penanaman padi pada musim tanam pertama di musim hujan bisa dimulai pada November 2025. Sedangkan untuk bibit tanaman padi telah tersedia dan warga atau petani tidak begitu kesulitan dalam mendapatkan bibit.

"Stok bibit padi saat ini telah tersedia. Untuk luas tanam di musim pertama ini mencapai 52 ribu hektare," katanya.

Sementara itu, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Lombok Tengah Zaenal Arifin mengatakan sebelumnya dinas sudah membuat surat keputusan (SK) kepala dinas kaitan dengan pupuk.

Hal itu dilakukan karena saat ini aturan untuk penyaluran pupuk ini semakin dipangkas, kalau sebelumnya alokasi pupuk itu harus tandatangan bupati tapi sekarang sudah diperpendek lagi yakni cukup dengan tanda tangan kepala dinas.

“Alokasi pupuk untuk tahun 2025 untuk Urea 24. 506 ton, NPK sebanyak 22. 082 ton dan ada pupuk organik 2545 ton dengan luas tanam mencapai 96 ribu hektare per tahun," katanya.

Baca juga: Luas tanaman musim tanam kedua di Lombok Tengah 32 ribu hektare

Sementara untuk jumlah E-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (R-RDKK) untuk urea 28.397 ton, NPK 36.278 ton dan organik 8.493 ton. Sehingga kalau dibandingkan antara alokasi dengan E-RDKK atau kebutuhan tahun 2025 untuk urea saat ini sudah terpenuhi 86,30 persen dan NPK 60,78 persen.

"Sementara jika dibandingkan dengan tahun 2024 untuk Urea ada 96,86 persen dan NPK ada 66,99 persen. Ini ada penurunan kalau dibandingkan dengan tahun 2024,” ungkapnya.

Jika mengacu pada alokasi pertama di 2024 hanya 13.000 ton untuk urea, sementara di 2025 ada 24.506. Sehingga pihaknya meminta petani untuk menebus pupuk sesuai dengan E-RDKK.

“Kalau kurang maka kita minta lagi seperti tahun 2024 kita dua kali mendapat tambahan alokasi pupuk, di bulan April-Mei 10.000 ton, kemudian di Oktober tambahan alokasi pupuk sebanyak 4.000 ton," katanya.

Baca juga: Target musim tanam pertama di Lombok Tengah capai 52 ribu hektare
Baca juga: Musim tanam di Lombok Tengah diprakirakan mulai Desember 2024
Baca juga: Distan Lombok Tengah sebutkan stok pupuk aman dampak musim tanam mundur

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.